Waduh, kenapa followernya aku-aku juga ya??! Hihi,, maap ya pembaca,, saya masih awam sama blog ini, jadinya follower itu ada aku-nya tuh, mana 2 kali lagi,, T__Tv
#omomipb goes to Malang
Malang, 30 November 2013
Jumat, 15 Juli 2011
Senin, 11 Juli 2011
Sejengkal Hijau di Timur Jakarta
CIBUBUR - BERTEMPAT tinggal di Kota Jakarta membuat saya mengerti akan betapa kompleksnya lingkungan tempat saya hidup dan berkembang. Hm, bagaimana tidak? Setiap hari jikalau saya hendak bepergian ke belahan lain di ibukota RI ini selalu saja masalah klasik seperti polusi mengganggu pikiran saya. Mobil, motor, bus, angkot, asap pabrik dan industri, bau sampah dan bakarannya,, menjadi 'teman' perjalanan setia saya. Sepertinya ramalan bahwa Jakarta akan macet total di 2014 benar adanya. Hari baru kendaraan baru.
Pfffh..
Alhamdulilah saya masih memiliki hunian yang lokasinya masih dalam kawasan hijau (semoga,,) karena masih saya jumpai jengkal-jengkal hijau di daerah rumah. Tidak terlalu jauh untuk menikmati pemandangan danau dan situ di kawasan saya tinggal. Ada tiga malah, dan semua dapat ditempuh hanya dalam hitungan menit. Elemen air selalu menggoda saya, karena air itu mendinginkan dan menyejukkan. Mencari jengkal pepohonan pun tak perlu butuh lama. Masih banyak kebon dan jejeran pohon di jalan kolektor di kawasan ini. Apalagi dengan adanya Bumi Perkemahan Jambore,, jika saya mengingatnya saya selalu bersyukur masih bisa mengakses lokasi tersebut dengan begitu mudah.
Cibubur saat ini sudah memiliki brand tersendiri bagi dunia properti. Begitu pesat pertumbuhan perumahan, pusat perbelanjaan dan hiburan di kawasan ini. Sejatinya pengembangan kawasan Cibubur berada di luar wilayah administratif Jakarta Timur, yakni di wilayah Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor. Mungkin seperti urban sprawl, tiba-tiba muncul dan berkembang, menggeser hijau-hijau yang dulunya dipandang tak berharga. Tren saat ini adalah orang menginginkan hunian yang asri, suasana yang tenang, dengan taman rumah yang teduh. Jauh dari pusat kota yang hingar-bingar.
Dan menurut saya Cibubur memiliki semua kelebihan itu.
Tatkala semua orang berpikiran yang sama, maka terjadilah persaingan. Jalanan yang sedianya lancar di kawasan ini menjadi macet, apalagi di Jalan Alternatif Cibubur-Cileungsi. Belum lagi dengan adanya nama "Cikeas" yang menjadi ikon tersendiri untuk kawasan ini. Untungnya pembangunan ini tak begitu semarak di Cibubur yang masih masuk wilayah administratif Jakarta Timur. Masih ada kebun-kebun asri, situ-situ cantik, serta lapangan bermain yang memanjakan saya untuk mengelilinginya selalu, hehe.. Saat saya SMA dulu, setiap minggu saya selalu bersepeda mengelilingi kawasan ini. Hijau dan asri. Bahkan Gunung Salak serta Gunung Gede-Pangrango yang nun jauh di selatan Jakarta bisa saya nikmati. Masih ada ketenangan di kawasan ini. Cukuplah satu mall di Cibubur Junction, yang sekarang menghalangi view untuk dapat melihat Bumi Perkemahan Jambore dari seberang Tol Jagorawi. Selebihnya tidak ada mall-mall. Amat tidak suka dengan mall-mall yang menjamur! Bukankah menikmati pemandangan lebih baik daripada menikmati bangunan mall?
Kadangkala saya suka merasa khawatir dengan kawasan ini, akankah tetap bertahan dan tidak berubah menjadi lahan-lahan komersil di pusat Jakarta.. Setidaknya menjadi warga Jakarta pinggir cukup nyaman bagi saya, meski harus berjibaku dengan macet dan din-din klakson saat mengurus keadministrasian ke pusat kota. Dan semua terbayar jika saya pulang ke rumah. Hm,, semoga hijau-hijau dan air-air yang ada tetao terjaga.
Semangat! ![]()
Kamis, 07 Juli 2011
Mogok di Jalan Bersama 509
CILANDAK - Waktu itu aku lagi nggak bawa vario ke kantor. Yeah, kadang pengen ngerasain ngebis PP rumah-kantor. Berdesakan di jalan raya memang suka bikin pusing kepala, meskipun motor, kalau nggak lihai mengendarai salah-salah bisa kepepet-keserempet-lecet diantara kerumuman kendaraan J Tapi berdesakan di dalam bis,, beuuuh.. bayanginlah jadi ikan pepes yang dibawa sama bakul di pasar: ditumpuk-tumpuk, keinjek-injek, ber-oksidasi, lepek, dan yang pasti pasrah *ngebayanginlah kau jadi pepes*
Sore itu berlalu sama seperti sore-sore sebelumnya; aku turun dari kopaja 612 Melayu-Cilandak di perempatan Trakindo. Yeah aku mesti menyebrang ke arah tempat ngetem 509 yang dateng dari arah Lebak Bulus. Whew,, jalanan Jakarta sore hari itu penuh banget sama kendaraan umum+pribadi. Seakan-akan ada mereka baru keluar dari pabrik kendaraan trus dilepas ke jalanan,haha.. Nah setelah aku naik 509, untungnya langsung jalan. Eh, tunggu dulu, saat memulai jalan pun itu bis udah kerasa aneh: ndut-ndutan dan mesinnya nggak beres. Yaudahlah aku merapat aja ke jendela. Bis emang lagi sesak sama penumpang yang dipastikan dalam benak semua penumpang pengen buru-buru pulang: ngeteh manis, makan, sholat, nonton OVJ, cek email, trus tidur pules (hehe ini mah pikiran ku :0 )
Bis masuk gerbang tol Ampera 1. Cihuy,,bentar lagi aku dapet angin cepoi-cepoi..begitu pikiranku. Aku tampaknya golongan extrasweat (ini istilahku sendiri :P) sehingga nempel-nempel di jendela menjadi keharusan buat ngurangin penguapan di badanku. Kalo aku perhatiin di dunia ini (ceileeh) ada beberapa golongan orang sweat. Ada stadium 1, stadium 2, dan stadium 3. Aku stadium 3 kayaknya – dikit-dikit berkeringat, apalagi di dalem kendaraan umum – dan itu sering bikin risih. Kan kalo berkeringat jadi lepek ni rambut. Trus tingkat keharuman jadi berkurang. Walhasil mesti rajin-rajin make parfum *jangan bayangin wangi nyongnyong*. Kalo stadium 1 tuh contohnya temenku – sebut saja ABC – jarang aku lihat berkeringat, almost dry forever! Temenku yang kedua stadium 2 – XYZ – golongan manusia normal umumnya. Berkeringat tapi nggak heboh-heboh banget. Simpulanku: temenku ABC bisa jadi jarang mandi, sementara XYZ orang yang nggak jelas karena setengah-setengah gitu, mau jadi stadium 1 atau 3 sih, haha..
Bumm brumm.. pret pret pret.. mungkin itu personifikasi yang bisa aku tulis buat kondisi si 509 ini. Bukannya masuk jalur cepat kek, ato minimal jalur sedang,,eh malah mepet-mepet ga jelas ghetoh di bahu jalan…”Bus dan truk gunakan lajur kiri” kan seharusnya… tapi si 509 ini malah ngebut lewat bahu jalan. Seisi penumpang mulai gelisah,, yang pada bawa bayi juga gelisah, penumpang yang berdiri sekujur kepala mulai basah,, Sungguh lambreta cihuahua ini 509! Masuk ke arah tanjakan flyover Pasar Minggu,,jeglek! (ini suara bemper belakang yang ngebeset pagar pembatas tol).. Ujug-ujug bis memelan dengan backsound suara mengerikan dari bagian mesin serta suara gerutu penumpang..
Dan 509 ini akhirnya benar-benar berhenti di atas flyover.. Mogok cuy.. Kenek bis menyuruh kami turun, ganti bis. Maka tak ayal lagi mulut para penumpang tetetuwet, betek abis sama 509 beserta krunya. Aku juga ikut-ikutan tetetuwet, aku segera mengikuti penumpang lain untuk turun..
Woow.. sesaat aku terpana di pinggir jalan tol. Pertama kalinya dan berjamaah pula menikmati suasana tol,,hehe.. langit cerah banget. Desiran angin dan kerlip lampu jalanan sungguh memesonakan untuk beberapa saat (duilee..) Nggak lama ada bus 510 lewat. Ini bis temennya 509, bisa jadi adek-kakak karena 509-510 berurutan *hahhaha*
Bis 510 menepi di depan 509 dengan anggun. Bis penolong telah dataaaang.. :D Untung bis itu sepi jadi kami masih tertampung meski banyak juga yang berdiri. Tak apalah, aku pikir masih muat. Tapi ternyata aku salah, ketika aku masuk sama-sama aja! Penuh! Terpaksa aku mepet ke jendela, bener-bener mepet. Tapi kami semua nggak ada yang menggerutu. Jendela bis dibuka lebar-lebar, tol juga udah nggak begitu macet. Kami semua senang bisa kembali pulang.
Begitulah, happy ending kan? :P
Minggu, 26 Juni 2011
Nyambut damel )*
KEMANG TIMUR – hari ini adalah hari ke-32 aku di Konsultan Lansekap. Nggak kerasa ya aku sudah sebulan bekerja,, dan itu di daerah elit pula, plis dong ah Kemang cuy daerah anak ghaol geetho *kumat :P. Ternyata bekerja itu capek! Haha,, bagi pemula sepertiku mungkin inilah bagian sejarah hidup yang aku torehkan lepas dari bangku kuliah, ciaaah.. Bekerja sebagai landscape designer yang sesungguhnya tak terbayangkan sebelumnya! Aku sesungguhnya lebih menyukai tipe pekerjaan yang outdoor seperti saat pengalamanku membantu proyek dosen saat evaluasi kondisi pohon di Jakarta saat aku tingkat II.
Semakin hari pekerjaanku mulai mengalami peningkatan,, pelan-pelan saja kalo kata kotak, tapi kalo pelan-pelan saja mau dibawa kemana kata armada (gajebo dah,haha).. Yang pasti aku belajar mencintai apa yang aku kerjakan. Desainer lanskap, meskipun tidak mendesain karena sudah ada principal sebagai pimpinan, cukup membantuku memahami ranah bidang kerja lanskap terutama dalam bidang konsultan.
Sebulan lebih sudah, hmm,, ternyata waktu berjalan begitu cepat!
)* jawa krama artinya bekerja
Minggu, 24 April 2011
Kontemplasi Awal Tahun

Januari, 2011

Tahun Baru 2011, hm, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada harapan pribadi untuk perbaikan hidup. Meski tak merayakan dengan pesta, sedikit aku menyukai suasana hari-hari jelang pergantian tahun. Tahun 2010; diisi dengan perjalanan penelitian, dan 2011; tahun penentuan. Haha,, aku masih belum menyelesaikan studiku di IPB. Dan tahun pun berganti, dan aku yakin aku merugi. Setidaknya aku mesti berusaha lebih keras meraih gelar Sarjana Pertanian dambaanku. Buatku, sudah saatnya mengakhiri kepanikan akan masa-masa akhir studi ini.
Pendidikanku tahun 2010 lalu, tampaknya diwarnai oleh kesibukan menjadi asisten mata kuliah di jurusanku. Banyak sekali cerita gembira dan haru yang mewarnai, bahkan sampai membuatku naik pitam, menabuh genderang dendam, yeah, itulah aku. Terlampau perasa dan melankolis.
Dan aku pun bergelut dalam jalanan ibukota yang aku selalu kagumi. Yang keangkuhannya memesonaku. Yang berbalut polusi debu jalan penuh harapan perbaikan hidup, yang tak tentu kapan kota itu menjadi kota yang manusiawi. Dan aku meneliti beberapa ruang hijau di pusat kota, dan aku dengan tabah melangkah menjalani, dan aku semangat menjalaninya.
Mengetik draft penelitian yang masih selalu menemui perbaikan, dan berhadapan dengan orang-orang yang mengusik dan meruntuhkan kesabaran. Ya Tuhan, tahun 2010 lalu penuh dengan kesia-siaan.. waktu, pikiran, biaya,,,
Aku ingin melawan diriku sendiri. Diriku adalah musuh besarku. Menuruti nafsu, dan langkah-langkah kemalasan, curiga, kesombongan, dan sifatku yang suka mendendam, adalah contoh sifat burukku. Pastilah aku bisa menguranginya perlahan dari diriku. Kalau perlu enyahkan.
Dan gempita 2011 datang, dua-ribu-sebelas..
Cukup sudah, saatnya aku berbenah, karena aku Priambudi Trie Putra, meski kata Shakespeare apalah arti sebuah nama,, tapi aku rasa arti namanku: lelaki ber-budi, lelaki putra ketiga. Dan saatnya, berusaha… J
Sabtu, 20 Februari 2010
Sabtu, 08 November 2008
Minggu, 03 Agustus 2008
Gajah
Jumat, 18 Juli 2008
Visit Depok 2008, wakakaka
Hohoy,, ni nih lagi foto2 sama temen2 galan,,, huhu diriku co sendiri, yg laennya ce.. haha, tmen2 yg co pada ga bisa dateng,, tapi yang penting acara makan-makan tetep jalan :PKenalin dulu nih.. dari kiri ada Asih, Nanik, Silka, n me. yg moto Herma. Yang ga dateng: Suki dan Brama. Kita semua anak0anak 39 yang manis khan (hueeks)
SUsah banget lho ngumpulin bocah-bocah 39,,yeah udah pada sibuk kuliah,, mesti atur-atur jadwal..Alhmdulilah bisa ketemuan juga. Tadinya kita semua tuh pada bingung mau makan,, akhirnya jadi juga makan di Pdk Laras-Depok,, makan ayam plenet n ayam bakar. Seorang abis 13ribu..hehe..
Biasalah kalo kumpul2 yang diomongin SMA n kegiatan kampus,, asix,, tempatnya juga asix,,di saung di atas danau,, menikmati Depok Kala Senja (puitis bgt).. Bis itu kita sholat magrib di mesjidnya,,cakep banget, menaranya mirip suasana di Mekkah gitu,, tar deh aku posting fotonya.
Yg pasti hari itu seneng banget bisa kumpul,, yeah,,hidup reuni! 39 jaya!
