expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 03 April 2013

Secret admirer

Secret admirer kalo diartikan secara harafiah adalah pengagum rahasia. Rahasia? Yeah, rahasia. Tidak ada seorangpun yang tahu kalo kita mengagumi seseorang. Hal yang sangat aneh sekaligus mengasyikkan menurutku. Tapi kali ini konteksnya adalah 'menyukai' seseorang.
Dan aku sedang mengalami hal itu.
Dia tak tahu.
Tak ada yang tahu.
(tapi pembaca tahu,,celetuk pembaca) hehe.
Kenapa saya mengaguminya saja juga tak tahu. Rasa itu datang tiba-tiba saja. 

Tak apalah, blog ini rumah pribadi saya. Bebas mau celoteh apa saja, ya kan :D

Sebenernya ini adalah cara teraman buatku. Menyukai seseorang dari jauh. Dan mungkin orangnya juga tidak tahu. Apa tahu ya? Entahlah. Karena menurutku, lebih baik tidak mengutarakan.

Semakin dewasa sejatinya semakin banyak menimbang-nimbang. Apapun itu.
Dulu aku cenderung grasa-grusu. Ceroboh. Dan mungkin masih menempel sifat itu. Tetapi sedikit-sedikit aku coba mulai mengurangi. Dulu aku pernah menyukai seseorang tapi kami berdua memutuskan untuk menyudahinya. Aku belum siap lahir batin untuk meneruskan ke jenjang yang lebih serius. Berusaha gentle. Sadar diri. Ada banyak alasan. Dan alasan-alasan menjadi pertanda bahwa diriku belum siap. Pun dia, sepertinya terburu-buru. Dan memang itulah awal mula kesalahan: menjalin tanpa memikirkan ujung perjalanan dengan kematangan. Kadang ada bayang penyesalan membuat gamang hati pikiran.

Sampai aku menyadari bahwa untuk serius dengan seseorang, rasa cinta harus dibalut dengan tanggung-jawab serta niat dan tekad kuat.

Dan sekarang, aku mengakrabi kesendirianku dengan hal-hal positif yang lain. Berteman dengan banyak jenis orang salah satunya. Yeah, berteman itu lebih aman. Berteman dengan siapa saja, mendapat pengalaman dari mana saja. Mengakrabi pekerjaan dan tanggungjawab nantinya. Sebenernya susah juga lho karena yang kebayang selalu yang indah-indah saja. Padahal banyak hal yang tidak indah (bersikap wajar sajalah :-) ) Berpacaran dalam perspektifku kini berbeda 360 derajat. Aku rasa, tidak perlu mengulangnya lagi. Sementara diriku belum siap, lebih baik mempersiapkan diri saja. Keseriusan diawali dengan persiapan-persiapan. Seserius dulu aku memutuskan melanjutkan sekolah. Yak, sesederhana itu analogi yang kupakai. Semoga rasa ini berlabuh ke seseorang yang benar yang Allah Swt. gariskan untukku. Aamiin.

Rabu, 20 Maret 2013

Buncit

Ah udah lama ga nulis. Mumpung koneksi modem lg bener, nulis ah. Nulis kisah nyata aja ya :D

*opening theme.. tung tung trang ting tung..*

Ini hal yang nyebelin. Buncit. Ganggu penampilan banget (serius..)

Aku ini aslinya kurus, sejak SMP. Begitu kurusnya sampe aku dianggap enggak suka makan. Salah besar. Aku doyan makan banget. Dalam pikiranku, hanya ada dua jenis makanan: enak dan sangat enak, wkakaka.. Makanya aku jadi pusing nanti istriku gimana ya ngadepin orang kaya aku T_T

Dulu masuk kuliah berat cuma 54 kg. Berasa ringan-ringan gitu kalo jalan,,syuu syuuu,,terbang deh. Secara kosanku +- 1 km dari kampus dan itu tiap hari PP jalan kaki. Secara ilmu kesehatan jalan kaki sehat banget, tapii...badan jadi kurus karena habis makan dibawa jalan+mikirin tugas seabreg, bhahaha.

Makin nambah semester berat enggak nambah-nambah.

Dan ketika jelang skripsweet, dan kuliah sudah enggak ada yang diambil,, maka dimulailah aktivitas makan yang tak terkontrol. Hap hap hap. Di depan laptop, hap hap hap. Galau mau mikir paragraf berikutnya, nyam nyam nyam. Nunggu dosen nongol, sruup sruup sruup (suara minum es teh manis).

Lalu tulang-tulang menonjol berganti jadi daging empuk yang lezat (ngebayangin steak). Berat tanpa diminta pun nambah. Alhamdulilah ya Allah aku sekarang gemuk. Dan tiap ketemu temen "waw pram gemukan ya?" ahaha.. *usap perut. Makin kesini badan cepat melar terutama perut. Hmm..metabolisme yg aneh. Kata si mama mungkin aku sekarang sudah berubah jadi orang yang berbahagia (apa coba maa..) Katanya dulu pas kuliah banyak pikiran jadinya makanan langsung menjadi daging. Hahaha..

Makanya aku siasatin olahraga murah meriah (intinya males keluar duit hehe). Pertama, dengan mengisi aqua gede dengan air. Saran dari tetangga sebelah sih, dan dia berhasil. Jadi itu aqua dipake buat jadi barbel. Syukur-syukur diisi aqua. Bisa buat cadangan air /(*_*)/ Kedua, jumpalitan tiap pagi. Hap hup hap hup. Meski banyakan enggak ngelakuinnya, kalo lagi nyadar aku paksain jumpalitan. Ketiga, sit-up-push-up. Ah ini mah biasa.. (biasa ga ngelakuin juga sih,,, jdeng). Tapi aku mulai ngerutinin tiap abis subuh. Biasanya dilanjut dengan ibadah tidur, ganti dengan olahraga ringan. Meski tetep ujung-ujungnya diakhirin dengan makan, setidaknya ada usaha olahraga.

Jadi buat kalian yang saat ini kurus, pengen nambah gemuk, caranya simpel kok. Bahagia aja. Volume makanannya banyakin sedikit-sedikit.Nah, kalo udah gemuk bisa dibentuk deh,,,hihi

Ingin sih ikutan pitnes tapi... (males). Haha..kapan bisa punya perut kotak-kotak ini. Enjoy aja lah, mari makaaan... 


*setelah nulis ini jadi laper beneran. Hmmmmpff dasar


Rabu, 30 Januari 2013

Bali, suksme :) #3

Halo, masih bersama Pram, di Bali, suksme :) #3.
Di hari berikutnya kami mengunjungi rumah tradisional di daerah Batubulan, Kab Gianyar. Aturan dalam membuat hunian bagi masyarakat Bali bisa dilihat di http://arsitekturtradisionalrumahadatbali.blogspot.com/2012/07/konsep-tata-ruang-sanga-mandala.html. 
Berhubung pemandunya menjelaskan dan terdengar asing di telingaku malah jadinya enggak begitu memperhatikan penjelasan, hehe. Foto-foto berikut bisa lebih berbicara, kayak apa sih rumah tradisional Bali itu :D Kalo ada yang salah penjelasannya, #cmiiw ya :D

Rumah tradisional Bali yang masih eksis, Batubulan Kab. Gianyar

yang ini ada di sisi utara, tempat tinggal untuk orang tua
Tempat untuk mengadakan rapat, istirahat, dan juga tempat meletakkan jenazah sebelum dilakukan upacara pemakaman
Tempat tinggal anak
Ini Beli Wayan. Lokasi di tempat peribadatan yang ada di sisi timur laut rumah
Pavingnya dong..eco design banget :3
Sebelum bis rombongan kami melanjutkan perjalanan, aku nyempetin beli kipas kondangan yang lebar banget. Cuaca di Bali memang puanas. Lumayan lah buat kipas2 selama di jalan :D Bis lalu menuju kawasan Ubud yang menurut Beli Wayan sudah agak mirip kawasan Kuta: banyak tempat belanja, toko, penginapan, dll. Dulunya kawasan Ubud belum begitu ramai. Tetapi makin lama kawasan Ubud menjadi ramai sebagai alternatif tujuan wisata. Beli Wayan melanjutkan si Hepi Salma menikah dengan putra raja Ubud. Putra raja Ubud itu adalah seorang pelukis.  *intermezzo gossip.hehe. More info tentang Ubud monggo di cek deh di http://www.goindonesia.com/id/indonesia/bali_lombok/bali/ubud :D

Ini nih Istana Ubud
Gerbang yang detail dengan ukir-ukiran. Cantik :D
Ini temanku Hanni :D. Sepanjang jalan bak galeri seni lho. Cakep :D
Selamat datang di Pura Tirta Empul. Ini Ray temanku :D
Setelah menyusuri Ubud, kami melanjutkan ke Pura Tirta Empul yang ada di Tampak Siring. Sebelahan lho sama istana kepresidenan Tampak Siring itu. Menurut Beli Wayan, Istana dibangun bersebelahan dengan Pura karena kala itu Presiden Soekarno terpesona dengan keindahan kawasan Pura Tirta Empul serta lanskapnya. Tirta Empul bermakna "air yang muncul". Datang ke kawasan ini sebaiknya memakai pakaian sopan ya. Nanti kita disuruh pakai kain atau pita kuning sebagai tanda memasuki kawasan Pura.


Attention please :)
Ini sumber mata air Pura Tirta Empul. Subhanallah, cakep ya warnanya..ck ck ck


Minggu, 27 Januari 2013

Bali, suksme :) #2



Agenda pertama kami adalah menuju Arts Centre yang ada di Denpasar Utara. Tidak begitu dari tempat kami menginap di Sanur, sepanjang perjalanan pagi aku melihat permukiman, hotel, dan penginapan. Semuanya terkesan asri dari sisi penataan lanskapnya. Karena Denpasar terletak di dataran rendah dan dekat dengan pantai, cuaca cukup panas di siang hari. Yeah tidak mengapa. Kan sekalian ngitemin kulit *sok jadi bule padahal aslinya juga udah item bleseng, haha.
Kali ini kami dipandu oleh pemandu seorang bapak berusia 40-an bernama Beli Wayan, driver Beli Made, dan co-driver Beli Gede. Ohya, Beli itu julukan untuk kakak laki-laki (e-nya sama kaya kita ngomong “beli”). Driver dan co-drivernya mungkin usianya sepantaran kami 25-26 thn. Beli Wayan orangnya ramah dan lucu. Beliau menjabarkan sejarah penamaan orang Hindu Bali yang selalu mengikuti urutan kelahiran. Ada Gede yang berarti anak pertama, Made anak ketiga, dst. “Anak kedua – Made – punya kebiasaan merantau ke luar daerah, bahkan negeri,” terang Beli Wayan. Aku ngangguk-ngangguk serius berhubung aku duduk agak depan. Secara lebih asyik di  depan bisa duluan liat pemandangan. “Kalo kalian tahu ya, di Jepang, Amerika, Cina, itu banyak sekali orang Bali yang bernama Made.. Made in Jepang,,Made in Amerika..” Jreeng. Sumpah koplak abis :D
            Tiba di Arts Centre tampak gedung pertunjukan seni budaya dengan khas desain dan penataan lanskap gaya Bali (akhirnya..bisa lihat pandan bali yang numbuh di Bali T_T). Ada patung yang ditempatkan pada entrance menuju panggung utama (lupa namanya apa). Patung, bagi masyarakat Bali itu dianggap sebagai makhluk hidup juga lho. Makanya mereka selalu memberikan sesaji. Patung juga dianggap sebagai penjaga suatu tempat/kawasan sehingga keberadaan mereka dapat berfungsi melindungi. (catet.. :D )
Kata Beli Wayan, setiap bulan Juni-Juli, selalu diadakan perhelatan akbar unjuk kesenian di panggung ini dari kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Bali antara lain: 1) Kabupaten Badung; 2) Kabupaten Tabanan; 3) Kabupaten Gianyar; 4) Kabupaten Klungkung; 5) Kabupaten Karangasem; 6) Kabupaten Bangli; 7) Kabupaten Jembrana; dan 8) Kabupaten Singaraja. Setiap kabupaten di Bali punya kebolehannya masing-masing lho. Seperti Kabupaten Karangasem yang terkenal dengan hasil lautnya, Kabupaten Tabanan dengan pertanian, dll.
            *ada anjing bali keluyuran.. ada yang masih anak-anak juga. Dijual coba itu seekor setengah juta…*fyuuh


"Ayo naik," ujar Beli Wayan kepada kami.

Ini namanya barong, simbol kebaikan :) mukanya unyu


Ada di dashboard bis :)
Setelah itu kami mengunjungi museum yang isinya galeri seni lukis, seni patung (ada barong dan teman-temannya), serta seni kriya berupa boneka dan kain tenunan khas Bali. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Nusa Dua yang ada di Kabupaten Badung sebelah selatan. Lanjutt…
Perjalanan lumayan jauh sekitar satu jam. Kami melalui jalan bypass Ngurah Rai. Menurut penjelasan Beli, daerah selatan ini tadinya merupakan kawasan tandus lho karena terdiri dari karang pasir yang tidak dapat dimanfaatkan. Kemudian pemerintah mengembangkan kawasan wisata Nusa Dunia agar kawasan ini berkembang dan maju untuk meningkatkan pendapatan penduduk dan pemda setempat. Banyak rapat-rapat penting maupun kunjungan kenegaraan ke Nusa Dua Bali. Beneran deh pemirsa, wajib ngunjungin Nusa Dua karena landscape-nya apik banget :3
Kasian Beli drivernya, suka disuruh pelan nyetirnya sama dosen dan asisten. “Mas, pelan dikit dong mau foto patungnya,” celoteh asisten kami. Pengen fotoin patung-patung yang ada di jalan utama, tapi kadang bikin drivernya jadi kagok. Yang sabar ya beli :P
Setelah disambut oleh pihak pengelola BTDC (Bali Tourism Development Centre), kami mendengarkan presentasi singkat oleh pihak manajemen mengenai pengelolaan kawasan Nusa Dua sejak pencetusan hingga saat ini. Wow..kereeen dah. Ternyata pengembangan kawasan Nusa Dua ini bener-bener eco. Memperhatikan daya dukung kawasan, mempertimbangkan kualitas lanskap, menggunakan elemen-elemen desain khas tradisional Bali, serta menerapkan pengelolaan limbah berupa laguna untuk bioremediasi. Canggiih..

Welcome to the lagoon!

Ada wood deck-nya juga. Bagus deh lagunanya :3



Kami langsung menuju laguna-laguna yang ada di kompleks Nusa Dua ini. Cuakepnya..dan menjadi habitat satwa liar lho. Ada beberapa jenis burung liar dan bangau putih. Di tengah laguna juga dibuat pulau-pulau buatan untuk habitat satwa liar serta untuk tempat perkembangbiakan ikan. Ikan? Kok laguna untuk pengelolaan limbah pake ikan? Eits, tunggu. Yang ada ikannya itu laguna ke-empat ya,,laguna terakhir yang airnya siap digunakan untuk keperluan seperti penyiraman taman di kawasan Nusa Dua ini (ecoo banget..).
Dari laguna, sambil santap siang nasi box dalam bis, kami menuju kawasan Puja Mandala (kalo pake bahasa Bali bacanya Puje Mandale). Puja Mandala itu suatu kawasan di Nusa Dua yang isinya ada lima tempat peribadatan lima agama besar di Indonesia sebagai simbol kerukunan antar-umat beragama. Dari sisi timur ada Pura, ada Gereja Protestan, Wihara, Gereja Katolik, dan Masjid. Terletak dalam satu baris lho (jadi inget TMII :3). Aku langsung menjamak salat Zuhur dan Ashar.

Gereja Protestan, salah satu tempat ibadah di kawasan Puja Mandala


Setelah itu kami menuju Pantai Dreamland, Pecatu. Konon katanya Beli Wayan, pantai itu ditemukan oleh seorang berkebangsaan Australia. Ada tebing-tebing, dan pasir putih yang menghadap Samudera Hindia. Dan..syutingnya mbak Julia Robert yang judulnya eat, pray, love (makan, doa, cinta. Transletan yang aneh -_-) juga di deket situ. Hihihi..pantaii..aku dataang.
Lumayan juga perjalanan dari Nusa Dua. Jalannya relatif sempit. Naik-turun. Tetapi pemandangannya sungguh cantik. Kata Beli, daerah ini udah daerah paling selatan Pulau Bali. Kakinya pulau Bali. *dimanakah kepalanya Beli..hohoho :D
Norak.com ku beraksi. Heran ngeliat permukaan laut kaya lebih tinggi dari jalan. Kok enggak tumpah ya itu air lautnya,haha. Sepanjang perjalanan menuju Pantai Dreamland banyak disuguhi patung-patung sebagai elemen lanskap jalan serta pemandangan bukit dan padang rumput yang cukup sepi.
Subhanallah..cuakep banget pantainya pemirsaa..

Lalu kami menuju Taman Garuda Wisnu Kencana. Yihuyy,,inilah rencana icon-nya Bali. Belum jadi-jadi sih, sedang dalam proses. Konon sih patungnya bakalan setinggi 150 meter, yaitu patung Dewa Wisnu yang naik burung Garuda. Di Taman GWK sementara baru ada patung torso Dewa Wisnu dan kepala burung garudanya aja. Sisanya ada tempat berdoa untuk yang minta peruntungan, tempat main flying fox, sama panggung atraksi. Nah, panggung atraksi ini nih yang aku tunggu. Mau lihat penampilan tari-tarian daerah Bali itu lho :3
Setelah menyambangi GWK, kami menuju pusat belanja Krisna. Yeah, tadinya dibilang “alokasi waktunya satu jam ya”..ternyata molor dua jam. Begitulah orang Indonesia, kalo udah belanja itu hebohnya tingkat dewa (memang kamu orang apa pram… *koplak)

Lautnya biru seruu!

Menikmati Pantai Dreamland

Mejeng di depan Patung Wisnu sambil bawa spanduk *promosi.com :D

 

Bak..buk..bak.. berhubung enggak pinter belanja, walhasil aku belanja ga jelas. Kacang Bali Aneka Rasa ukuran kecil (kalo di Herpot itu kaya Bertie Bott Every Flavour Bean :P). Lumayanlah buat krauk-krauk.
Sampai di hotel, eh, penginepan aku langsung jamak lagi Maghrib-Isya. Makan. Mandi. Tidur. Kamar mandinya asyik ada keran air panasnya. Norak dah. Fyuuh..




Sabtu, 26 Januari 2013

Bali, suksme :) #1

Pantai Dreamland, Pecatu

Akhirnya,,, ke Balii.. :3 *joget kecak*

Kali ini aku pergi bersama teman-teman sekelas dalam rangka praktikum (apa jalan-jalan ya) kuliah perencanaan dan desain. Tetapi tagline "praktikum" kelelep dengan euforia jalan-jalannya haha. Secara ini kali pertama aku datang ke Pulau Dewata yang kesohornya udah keseluruh belahan dunia.

Kami berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung. Exit Pasteur, ambil kanan ke Pasir Kaliki, lalu ke kanan arah Pajajaran. Nyampe. Baru tahu Bandung ini punya bandara yang super imut. Bener deh, mirip terminal biasa. Kalo dari name sign-nya sih bandara internasional, tetapi karena dulunya merupakan pangkalan militer yang dijadikan bandara komersial, ukuran bandaranya tidak terlalu besar. Turun mobil - boarding pass - waiting room itu jaraknya hanya selangkah pula :D Banyak pelancong asal Malaysia yang berkunjung ke pusatnya FO dan kuliner ini (mungkin sambil bikin kaos kali ya mereka wkwk)

Pesawat take off pukul 20.05 Tiba di Ngurah Rai sekitar satu jam setengah berikutnya +1 jam karena masuk wilayah Waktu Indonesia Tengah (WITA). Kami telah dijemput oleh pihak penyelenggara wisata (EO) dengan bis. Tak lama bis meluncur menuju penginapan kami di wilayah Sanur.

Mungkin karena malam, aku enggak terlalu jelas liat suasana lanskap jalan sepanjang jalan Bandara - Sanur. Sekilas ada nampak "welcome to Bali" dan papan penunjuk jalan yang menunjukkan arah ke tempat-tempat wisata seperti Nusa Dua, Lovina, Kuta, dll.

Tiba di penginapan kami langsung makan dan beristirahat. Penginapannya lumayan nyaman. Nah ini yang khas dari hunian di Bali. Karena mereka mayoritas pemeluk Hindu, selalu ada sanggah (tempat beribadah) di bagian pekarangan mereka.
Meski udah dikasi makan malam, tetep aja keluyuran malam nyari nasi goreng. ketemu juga sama anjing bali yang berkeliaran (mau malam mau siang berkeliaran). Mereka enggak galak kok, ibaratnya kaya kucing yang keliaran aja :3

Bale Bengong dan Kolam. Penyen nyebur byur!

Inilah para pesertanya :3



Minggu, 13 Januari 2013

Diet

Diet itu arti sebenarnya tidak berarti sebagai suatu kegiatan menyetop kegiatan makan-memakan lho (haha..). Diet itu menitikberatkan pada pengalokasian asupan makanan ke dalam tubuh dengan memperhatikan kandungan nutrisi sesuai dengan kebutuhan agar menghasilkan output energi dan peningkatan taraf kesehatan (definisi sendiri ini lho, jangan dibuat referensi meskipun keren ya :P)

Susah banget bahasanya, intinya diet itu ngejaga makan.

Ceritanya pada malam-malam sebelumnya, aku lagi malas makan nasi saat malam hari. Secara saat makan siang aku makan nasi 1 porsi dengan standar kuli (baca: nasi dengan ketinggian sekitar 10 cm dan tampak padat disajikan di atas piring). Yeah, maklumlah. Mahasiswa bagi sebagian besar orang dianggap sebagai makhluk kurus-yang-menyedihkan, jadi kalo dikasi porsi nasi banyak itu sudah cukup,hehe. Padahal... enggak bagus juga kebanyakan nasi karena bisa menyebabkan penyakit diabetes (kata temen saya sih.. belum baca referensi juga). Ya intinya segala yang berlebihan masuk ke badan itu enggak bagus.

Lalu, aku pun membeli roti tak jauh dari hunian saya tinggal. Ceritanya buat pengganti menu makan malam. Mungkin aku korban film-film drama yang tokohnya makan malam dengan roti (haha).

Wow sungguh laki-laki itu makhluk visual ya,, jatuh cinta pada pandangan pertama melihat jejeran kue-kue dan roti-roti menggoda yang dipajang di etalase toko. Akhirnya aku beli sejumlah roti mini dengan topping aneka rasa: cokelat, mangga, keju, dan selai yang rasanya mirip vla. Ditambah dengan satu roti bantal yang bisa dipotek-potek ukuran 20 x 20 cm.

Malam pun tiba. Perutku mengeluarkan nada dasar la = per. Mana lagi ujian take home jadilah aku langsung hantam itu roti-roti menggoda yang aku beli. Hap hap hap hap hap hap (ada enam hap nya = 6 roti).

Ternyata enggak mempan..
Sejam kemudian roti bantal yang bisa dipotek-potek itu aku buka. Sret. Aku lahap beberapa potekan.


Besok malamnya, aku enggak beli nasi untuk makan malam. Makanin sisa roti bantal potekan yang masih ada. Ternyata enggak mempan juga, padahal ada berapa potekan yang lumayan gede. Mungkin karena sambil ngerjain tugas ujian jadi semua energi roti-roti itu mengalir ke jari dan otak. Dan lenyap. Akhirnya aku nyeduh minuman-makanan-bernilai-gizi yang diseduh air anget. Fyuh..

Sekarang aku berpikir kalo mau diet jangan pas ngerjain tugas berat karena pasti cepet bikin laper (halah :P). Susah sebenernya diet itu ternyata buatku.

Yasudah deh, aku makan dulu ya, laper. :D

Senin, 24 Desember 2012

Bogor, I'm Fallin' in Got


Ceritanya aku selesai ngisya di Masjid Raya Bogor, bareng temen seperguruan Joe dan Dwica. Kami hendak icip-icip ke tempat makan di Pajajaran. Suasana Bogor akhir-akhir ini memang sedang sering diguyur hujan (byurr), ditambah angin malam yang agak menggigit. Tapi enak sih jadi adem :D Kami menyebrang dari masjid lalu berjalan di trotoar. Trotoarnya sih cukup lebar, dan got di sisinya memang lumayan ngeri karena agak dalam. Sekitar 1 meter lebih, tetapi sudah ditutup dengan teralis besi.

Nah ini masalahnya.

Karena sandalku yang licin apa gimana, tau-tau, zruuut,, kaki kiri saya masuk ke sela-sela teralis besi penutup got. Menyentuh dasar got yang airnya (untungnya) sedang tiris. Joe dan Dwica yang asik ngobrol di depan terhenyak melihat saya kejeblos, 'gw kaget lw tau-tau ngilang di belakang kita'. Untung saya sigap dan langsung bangkit dengan mengucapkan 'hup'. Namun sandal sebelah kiri saya nyemplung. Untung si Joe mau memungut, dengan ekspresi jijik gimana gitu. Jujur saya pengen ketawa, pengen ngumpet malahan. Sambil mengernyit saya memakai kembali itu sandal dan memutuskan buat nyuci kaki nanti di tempat makan. Untung air gotnya lagi enggak bau. Untung ya :D coba kalo got Jakarta, bhueek. Mending dibuang dah sandalnya

"gw ke toilet dulu ya"

Ekspresi kedua temen seperguruanku udah enggak tertahankan, ngakak. Mission complete, jadi korban SuperTrep, hahaha. Aku juga ikutan ngakak,,hh..mimpi apa semalem bisa falling in got begini. Yeah tak apalah, hikmahnya berarti mesti berhati-hati di jalan. Kondisi yang dianggap sangat aman (jalan kaki) ternyata bisa bikin bencana juga. Alhamdulilah masih selamat :D

Jumat, 14 Desember 2012

Kecoa

Semalam ada kecoa masuk ke kamar. Tega bener, udah tau kamar orang jomblo ngapain dia masuk-masuk segala (?). Sambil termanyun-manyun ngerjain tugas ilustrasi pake photoshop yang suka nge-hang enggak jelas, itu kecoa masuk lewat kolong pintu. Wrrrr. Ekor mataku melihat ada hewan bergerak masuk. Trus dia ngumpet di tumpukan kresek yang aku kumpulin di bawah meja belajar.

Plak! Ku gepuk dia pake buku tentang 30 persen RTH.

Gagal, kecoanya ngumpet di pojokan terminal kabel.

Yasudahlah, ku cuekin aja. Lanjut deh ngerjain tugas. Satu jam berlalu. Selama itu pula itu kecoa ribut. Warrr..werrr..warrr..werrr. Sumpah minta digepuk dia, enggak simpati amat sama orang yang pusing ngerjain tugas di keheningan malam ini. Mendadak aku teringat kata-kata dosen serangga: 'kalo ada satu kecoa terlihat oleh kita, sebenarnya ada lebih banyak lagi kecoa yang ngumpet' Langsung deh aku samperin itu kecoa, ternyata dia mojok aja deket kaki meja. PLAK! Kupukul dia pake terminal kabel. Untunglah terminalnya enggak kenapa-napa.

Kecoa galau itu pun mati. Sip. Semoga enggak ada pembalasan dari temen-temennya yang lain.

-happy ending-

Sabtu, 08 Desember 2012

Setahun Jayyid

Jayyid sama Eyangkung

Halo, aku Jayyid. Aku lahir setahun yang lalu. Ini eyangku (mana eyangmu?). Aku lagi belajar jalan ni di taman. Om Pram yang motoin aku,hehe. Aku lucu ya, bangun pagi langsung dipakein sepatu trus jalan-jalan deh. Pake kupluk merah lucu biar anget. Aku senang main di taman, ada banyak teman-teman bayi dan balita yang juga bermain. Ada yang sama eyangnya, bapak ibunya juga. Mereka biasanya lari-larian, merangkak, atau digendong. Kalo aku sih kadang minta gendong kadang minta jalan. Kasian eyangku kalo tetah aku jalan terus nanti sakit pinggang,hihi.

Sudah ya, sampai jumpa lagi. Daaah

-Jayyid