expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 20 November 2013

Harapan

Sebelum baca tulisannya, nyanyi dulu yuk. Ini lagu legendaris, lagu jamannya ortu kita era-era 70-80an kayaknya hehehe.

Pulau Seribu | Tetty Kadi (sumber: http://www.allthelyrics.com/lyrics/tetty_kadi/pulau_seribu-lyrics-1211683.html)

waktu terang bulan
ku pergi berlayar
pergi menuju
pulau seribu...

pulau indah permai
dengan pemandangan
nyiur melambai
di sepanjang pantai

ayo kawan semua
pergi ke sana
pulau seribu memikat
hati...
sungguh indah...

angin sepoi-sepoi
perahu berlayar
menuju pantai
pulau seribu...


Thousand Islands, alias Kepulauan Seribu, merupakan gugusan pulau-pulau kecil di wilayah Laut Jawa yang termasuk ke dalam Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Prov.DKI Jakarta. Sebenernya sih kalo diliat di peta, kepulauan ini lebih dekat ke Provinsi Banten,, mungkin pembaca ada yang tau sejarah lengkapnya bisa sharing disini, hehe. Kepulauan ini dulunya masih wilayah Kota Administratif Jakarta Utara dan sekarang menjadi kabupaten sendiri.
Minggu lalu aku dan teman-teman dari PAY (pecinta anak yatim) berwisata ke Kepulauan Seribu, tepatnya ke wilayah Pulau Harapan, Kecamatan Kep. Seribu Utara. Awalnya aku pikir ini pulau bener-bener pulau terpencil nggak ada listrik, sunyi senyap,, ternyata pulaunya rame lho :D

Selamat Datang di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu!

Perjalanan dari Pelabuhan Muara Angke ditempuh sekitar 3 jam (lumayan buatku yang belum pernah wisata ke laut.. ahaha). Dulu jaman S1 temen-temenku pernah ngajak ke Pulau Onrust sama Pulau Kelor. Tapi ga ikut soalnya takut (duh nyesel). Sekarang modal nekat aja dah. Pengen liat laut bersih. Secara di perairan Teluk Jakarta udah tercemar berat. Sepanjang jalan kuping terasa pekak karena kami kebagian tempat di dekat mesin kapal dan itu amat berisik -__- Biar lupa sama si berisik, kami ngobrol setengah teriak di ujung kapal sambil liat-liat pulau. Lumayan banyak juga pulaunya. Ada Pulau Bidadari, Pramuka, dll.) Oh iya, di atas kapal tak lupa aku cobain toiletnya.. wow sensasi pipis di atas kapal, bhahahaha... Tiba di dermaga Pulau Harapan, wuih subhanallah,,lautnya jernih bersih... banyak ikan-ikan kecil. Tidak lupa lagu Pulau Seribu menyambut kedatangan kami yang bejibunan ini.


Beda banget airnya sama air di Muara Angke.. disini jerniih B-)
Tak lama hujan deras turun. Yahh,,nunggu redaan dulu deh di homestay. Homestay yang kami tempati berbaur dengan lingkungan perumahan penduduk. Tempat kami menginap lumayan nyaman. Lingkungannya seperti ada di perkampungan Jakarta karena posisinya di tengah pulau. Tapi yang paling berasa adalah airnya. Ya iyalah secara pulau kecil. Jadi maklum saja dan dinikmati saja :D Setelah santap siang dan shalat zuhur, kami menunggu hujan reda lalu menuju ke kapal untuk ber-snorkeling.
Dasar nekat, aku yang nggak bisa berenang mendadak merasa tergugah untuk ikutan nyemplung ke laut. Bermodalkan kacamata snorkeling, pelampung, dan sepatu katak, kami diajak oleh pemandu ke dua lokasi untuk bersnorkeling. Wuih subhanallah.. ada terumbu karang, ikan-ikan kecil, ubur-ubur.. (jadi inget spongebob). Awalnya aku grogi karena pertama kali nyemplung. Ada mungkin lebih dari lima meter dalamnya (itu aja udah bikin merinding). Tapi keindahan dasar laut lama-lama bikin asyik karena luar biasa cantik seascape itu ternyata.. :D Ada bapak-bapak pemandu yang akhirnya malah ngajarin aku renang. Lumayanlah jadi nggak parno lagi liat laut. Sementara yang lain ke tengah laut aku di deket kapal belajar maju-mundur berputar dll (berasa latihan mobil -__- gpp dah yg penting nyoba). Di spot kedua, si pemandu menyuruh kami menyelam untuk memegang batu karang untuk sesi foto. Demi bisa dapet foto, akhirnya berhasil dah aku nyelem,, dan beberapa teguk air laut terminum juga,,lumayanlah kenyang, wkwkwk

Meski hujan rintik, tetep nggak sabar snorkelingan

ikaaan...
Yes,,berhasil nyelemm.. hahaha
Setelah itu kami menuju pulau kecil lagi yang pasirnya serba putih. Dasar orang darat yang jarang ke laut, langsung sajalah kami berguling-guling main di pantai :D Kami juga ke pulau kosong yang isinya cuma pasir putih. Tak terasa sudah jam 5 sore. Angin mulai berhembus kencang. Kami pun kembali ke homestay di Pulau Harapan. Malamnya, kami disuguhi ikan bawal laut bakar dan sate cumi plus sambel cabe rawit iris. Maknyoss.. !
Esoknya, kami baru tahu bahwa ternyata di depan homestay kami akan ada prosesi lamaran seorang pemuda warga Pulau Harapan ke seorang gadis yang tinggal di Pulau Kelapa Satu. Wiihh.. pengen banget liat adat lamarannya seperti apa. Pulau ini cukup heterogen penduduknya, ada suku Melayu, Mandar, Bugis, Jawa. Kebanyakan adalah pelaut. Hmm... mendadak aku terngiang lagu jaman taman kanak-kanak dulu, "nenek moyangku orang pelaut".. Melaut berhari-hari bahkan berbulan-bulan, menjaring ikan demi rupiah..
Hari kedua sekaligus hari terakhir kami di sini, kami mengunjungi arboretum mangrove, penangkaran penyu, serta Pulau Bulat. Di arboretum mangrove, ada banyak jenis tanaman pantai yang bermanfaat bagi kelestarian dan keberlanjutan pantai. Tanaman pantai secara umum dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang memiliki salinitas atau kadar garam tinggi, panas matahari yang menyengat. Biasanya daunnya juga tebal mengilap. Beberapa jenis yang ada di kawasan arboretum mangrove antara lain jenis-jenis bakau (Rhizopora), pohon butun/keben (Barringtonia asiatica), cemara laut, nyamplung (Calophyllum inophyllum) dll. Lebih lengkapnya silakan main ke arboretum sini ya, hehe..
Di penangkaran penyu, kami melihat penyu sisik. Jika sudah mencapai usia tertentu, penyu-penyu ini akan dilepaskan kembali ke laut. Hebat banget kan,, coba kalo nggak ada diantara orang kaya begitu diantara sekian orang,,, hewan-hewan macam penyu ini bisa terancam keberadaannya.. B-)
Destinasi terakhir kami yaitu Pulau Bulat. Ini sih pulau pribadi. Ada vila juga tapi udah kosong. Pasirnya juga cuakep. Putih bersih. Bener-bener the right place to relax your mind :D

lanskap pantai Pulau Harapan. Anginnya segarr.. :)

Arboretum Mangrove di Pulau Kelapa Dua

Temen-temen dari Pecinta Anak Yatim (PAY), ada Fathur, Hendra, Mba Rizka, Mba Fuji, Mba Anila, Mba Candi, Andri sama Andi. Lagi di penangkaran penyu sisik nih :D

Baby penyu. Makan yang banyak ya nyu, biar bisa kuat balik lagi ke laut

Pulau bulat. Aih airnya menggoda sekali..

Landmarknya Pulau Bulat

Pantai Pulau Bulat
Berwisata seperti ini membuka wawasan bagiku (aih..). Negeri kita sejatinya adalah negeri luar biasa indah dengan kekayaan alam yang melimpah. Jadi ngebayangin pulau-pulau di belahan Indonesia yang lain. Indonesia,, extremely beautiful! Kepulauan Seribu,, I love you full.. hahaha :D

Jumat, 25 Oktober 2013

Pojok kelas

Kostum merah-putih yang tak direncanakan :D
Icha dan sobatnya Yui nyobain jagung rebus
Kehangatan di kelas pascasarjana :D
Minta makan di rumah Dwica, hhahaha
Puding dan vla-nya :9

Mirip temenku yg lagi di negeri seberang, hhahaha..

Rabu, 23 Oktober 2013

Yellow lagi yellow lagi

Kayaknya ini tempat udah menempati top chart kantin se-pasca angkatan 2012 selama setahun berturut-turut. Seriiing banget kami makan di tempat makan yang letaknya dekat dengan pusat pengambilan duit ini. Sebenernya menu-nya biasa aja sih, ada soto ayam, soto daging, soto campur, somay, pempek palembang, ketoprak, gado-gado, nasi rames, sama masakan Indonesia Timur (yang terakhir ini belum pernah nyicip). Padahal dulu empat tahun disini enggak pernah saya nyoba makan karena jiper duluan dan kata temen-temen harganya lumayan berkelas, sekelas berlian :P

Berhubung lokasi si kantin ini dekat dengan kelas, jadilah dia menjadi top choice teman-teman sekelas saya. Alasannya: 1. deket 2. nggak begitu rame 3. dipastikan dapat bangku. Viewnya juga oke, bisa lihat parkiran (kenapa gitu?), lihat orang-orang lewat, dan pepohonan. Tapi lama-lama bosan juga, karena menu yang dilahap kebanyakan berkutat di soto, haha. Harusnya kantin ini bikin ya menu soto kuning sekalian agar lebih mendalami perannya sebagai kantin kuning :D Sayangnya porsi di kantin ini menurutku masih kurang nampol. Yeah, di sini sepertinya hanya kenyang elegan gitu deh, haha (lari ke warteg).

Suka ngayal di kampus ini ada spesifikasi khusus di setiap kantin, jadi di setiap spot yang berbeda bisa nemuin kuliner yang berbeda pula. Karakter! Menurutku, kantin ini tempat yang penting karena disitu kita bisa memasok energi dari sumber bahan pangan nabati dan hewani, haha. Enggak asik kan kalo kuliah perut kosong jadinya nggak konsen. Eh tapi kalo kebanyakan makan trus perut penuh pas kuliah jadinya tidur ya, gimana dong? *rrrrrrrrr

Ku coba review kondisi kantin-kantin di kampus nih (sumber; pengalaman pribadi yang belum tentu benar adanya ya :P )

1. Faperta
Fakultas ini punya kantin, namanya kantin Stevia. Lokasinya strategis, terletak di bukit hanya selangkah dari gerbang berlin yang menuju Bara. Sayang, tempatnya serem-gelap-ngemalesin orang buat betah berlama-lama di dalamnya. Sebenarnya pada 2011 lalu kantin ini sempat booming karena banyak pilihan menu dan suasananya yang masih normal. Sekarang sejak ada kedai kopi di depan dengan kanopi gelap dan dinding ber-cat merah menyala, interior kantin tampak lebih gelap dan suram. Jumlah pedagang di dalam gedung kantin juga menyusut drastis, tinggal satu tenant. Selebihnya ada di pelataran kantin yang lokasinya lebih adem karena viewnya lebih luas. Lumayan bagus sih penataan lanskapnya, ada iris yang morfologinya mirip padi sama ada hanjuang merah yang warnanya kuat. Mungkin bisa ditata dengan nambahin banyak iris jadi seperti makan di tengah sawah.

Menu yang sering kami pesan disini: ayam bakar. Lumayan, tapi agak kecil (perspektifku soalnya, haha.. *lempar bakul)

Menu impian: nasi goreng stevia, nasi bakar faperta, nasi kuning oryza, singkong rebus, tumis ketela,  papeda, jagung bakar


2. FMIPA
Fakultas yang jadi jazirahnya Faperta ini entah dimana kantinnya alias enggak ada. Kalo misalkan terwujud ada kantin FMIPA, ngebayangin desain kantinnya itu ada di dalam lab dan alat masak dan makannya dibuat dari barang-barang yang biasa di lab. Misalkan, mesen es teh manis tapi disajikan di dalam labu erlenmeyer,, atau mau minta kecap tapi wadahnya di gelas ukur, haha. kalo menu impianku buat kantin FMIPA: hm,, sop buah statistika, tempe goreng integral, puding termodinamika  *lanjut


3. Fema
Ini nih fakultas yang punya kantin eksklusif di Academic Even Plaza alias di Taman Rektorat. Nama kantinya Plasma, menyatu dengan perpustakaan FEMA. Terpisah dari bangunan fakultas utama, kantin ini  cat-nya warna hijau toska.  Gampang dikenali lah. Dulunya adalah lokasi menara pandang IPB. Tidak begitu banyak tenant yang ada, menang tempat sih menurutku karena lumayan adem dengan view pepohonan dan jauh dari bising lalu lintas mahasiwa/kendaraan. Tapi harganya agak mahal. Menurutku masih kurang sebanding antara harga dan kualitas makanan. Tapi, sesekali datang dan cobain menunya, seru-seru kok :D


4. Fateta
 Wow,,,ini nih, fakultas yang wow banget dengan kantin yang terintegrasi dengan bangunan utama fakultasnya. Namanya kantin Sapta. Banyak banget menu-menu asik yang bisa kamu pesen, mulai dari batagor, toge goreng, jus, mi bangka, rames, sama tenant-tenant yang namanya aneh-aneh (datang dan cobalah) :P. Harganya sebanding dengan kualitasnya. Lumayan rajin dibersiin setiap saat oleh petugasnya jadi jangan khawatir sama kondisi kantinnya. Kendala utama adalah ramenya mahasiswa, jadi jangan lupa buat berebut bangku, wkwk. Hampir setiap saat rame. Dari kantin Sapta ini, ada fasilitas Musala Al-Fath yang ada di wilayah Fateta-FEM serta toilet. Mau jadi mahasiswa beneran? Ngesot dikit ada Gudang Buku yang menjual macam-macam buku teks, ada kacamata, asesoris laptop, sama jasa layanan pengiriman. Sering ada buku murah disini juga lho. Kenyang, trus baca buku. Pinter ga tuh, wkwk

Satu lagi yang seru, fakultas ini punya semacam 'Roti ngomong' lho (u know what i mean), namanya Bread Unit. Posisinya agak nyempil di pojokan gedung PAU, seberang Seafast Centre dan Perpus LSI. Ada macem-macem jenis olahan roti pastri dan teman-temannya. Ada permen kayuputih kalo ga salah (lupa), ada mi jagung pula. Bisa pesen hot chocolate atau hot tea juga disini. Suka banget dengan konsepnya. Kalo kamu masuk, sebenernya bisa melihat langsung pemandangan orang-orang di dapur yang lagi ngolah roti dari balik kaca. Sayang kacanya diburem-buremin jadi nggak bisa liat langsung lagi. Bawa gadget? Ada wifinya lho. Asik

5. Fahutan
Ada kantin enak di fakultas ini, tempatnya nggak jauh dari balairung Fahutan. Cari aja ada orang rame-rame ngumpul lagi makan, bahhaha. Serunya disini kamu menyatu dengan alam (jadi inget acara masak-masak di tipi). Harganya lumayan asik dengan menu yang enggak mengecewakan kok. Geser dikit arah asrama internasional juga ada warteg enak. Sebenenya udah lama belum kesini lagi,, dulu sempet sering makan gorengan bakwan enak disini (masih ada nggak ya..) Doakan saya ya pemirsa, semoga saya bisa icip-icip di sini someday:D


6. FPIK
Nyebur ke sini dah, ada dua kantin yang saya tahu di fakultas ini, yaitu Blue Corner dan kantin dolphin. Blue Corner lokasinya dekat dengan welcome area fakultas, dekat dengan GOR Lama. Biasanya dulu selesai Jumatan kami meluncur kesini buat makan (dekat dengan Masjid Al Hurriyyah). Dolphin letaknya ada di lantai bawah, dekat danau LSI. Menunya asik, dengan harga yang juga asik. Desain kantinnya warnya serba biru jadi dipastikan akan tampak eye catching jika kamu lagi mampir ke fakultas ini :D

Coba kantinnya nyediain menu olahan khusus yang bertemakan ikan ya.. Bisa fillet, sushi, ikan lele, gurame terbang, teri medan, pindang, gabus pucung,, wuih wuih *lap iler. Trus kantinya beneran ada sculpture lumba-lumba gitu, ahahaha

7. Fapet
Fakultas yang gede banget ini nempel dengan FPIK. Kantin Fapet,,hm apa ya namanya. Biasa aja sih. Sayang sebenernya. Mereka punya taman segitiga yang cukup luas. Menurutku bisa itu ditata jadi kantin outdoor dengan tema peternakan. Trus menunya seputar olahan susu dan daging,, hm,, steak, iga bakar, permen susu, puding susu, burger, bhaha..

8. FKH
Fakultas terujung ini punya kantin yang nggak begitu besar. Warnanya ungu, namanya kantin apa ya aku pun nggak tau. Menunya sejauh pengamatanku masih biasa aja, belum ada menu yang wow. Dulu sempet ngebayangin denger nama kantin FKH adalah ada menu sate kuda, haha.. Ya kali ada. Kalo kamu nggak tau mau makan apa disini, mending ngesot dikit ke arah belakang: lihat-lihat hewan aja. Kalau mau ada juga yang jual susu fapet di peternakan (jalan 5 menit nyampe), kalo butuh obat? Kamu bisa ke rumah sakit hewan, bhahaha,,ngasal.

Di mesjid Al Hurriyah juga ada kantin lho (dan lupa lagi namanya kantin apa), menunya biasa aja sih, yang lucunya adalah kamu mesti hati-hati dengan kepalamu karena kantinnya menempati kolong tangga mesjid, hehe.

Kesimpulan: dengan perencanaan menu khas kantin yang berkarakter sesuai fakultas dan desain kantin yang tepat, akan menjadikan kantin sebagai tempat yang menyenangkan bagi mahasiswa

(trus lupa kuliah, kerjaannya ke kantin *trus dikeplak dosen)

.





Kamis, 17 Oktober 2013

Gagal liburan

Nginget libur panjang kemarin cuma bisa bikin nyesek. Yeah, rencananya mau ngikut Cici dkk ke rumahnya di Pangalengan buat liburan. Bermula beli buku obral tentang Kota Bandung sejarah dan wisatanya yang asik, kepikiran deh buat jalan-jalan jelang libur Lebaran Haji ke Pangalengan.

Padahal yang ngajakin duluan, malah nggak jadi, hiks.

Kemudian dua hari sebelum keberangkatan kena radang tenggorokan+batuk pilek. Sebenernya sudah nyiapin packing buat ke Bandung, mau nyobain bis Bogor-Bandung, mau ngeliat rumah jadul, dan semua mesti dipending dulu demi mulihin badan.
Sabtu-Minggu sebelum ini memang selalu keluyuran ngemotor. Ada aja yang dikerjain. Meski di kampus kuliah tinggal satu tapi ada aja yang dikerjain, muter sana-sini (cieh, ceritanya mahasiswa teladan), sambil nyari inspirasi buat ngetik kalimat berikutnya di proposal penelitan, hahaha. Puncaknya adalah ketika ikut seminar di Botani Square yang AC ruangannya mencapai 17 derajad celcius. Brrr.. entah akunya yang ndeso atau bagaimana, setidaknya AC yang super dingin itu berperan serta bikin badan jadi tumbang. Dan akhirnya sakit juga besoknya... Mungkin badan ini nuntut istirahat jadinya sakit biar yang punya badan istirahat :D

Akhirnya jelang Lebaran Haji ngegeletak aja dah di rumah sambil srat-srot penuh lendir dengan irama batuk uhuk-uhuk. Segala air panas, teh, kompor (eh) diteguk biar cepet bubar itu penyakit. Walhasil beberapa hari kerjaannya bangun-tidur-melek bentar-tidur lagi. Sambil ngebunuh waktu ngerjain dah itu yang namanya makalah kolokium dan ppt-nya. Tak lupa nyari-nyari konsep buat sayembara bareng temen-temen kelas. Selebihnya buka jejaring sosial dan ngiri sama  temen-temen yang pada jalan-jalan. Hikss...sroooot (ambil tisu).

Yeah, sudahlah. Ada manfaatnya di rumah, jadi tau nikmatnya tidur siang. Mendekam sabtu-minggu di rumah, haha..

dan sambil momong si bocil.. hehehe




Sabtu, 14 September 2013

Ten Ways to be Highways




Tersebutlah kakak kelas kami yang studi S-2 di Hokkaido University. Namanya Doddy-san. Dia setahun di atas kami. Dia adalah seorang berkebangsaan Mojokerto yang jago berbahasa Jepang. Dia lulusan fahutan IPB lho, pasti banyak yang nggak percaya, haha.. Dia juga punya kata sakti-mujarab-ajaib yang selalu dilontarkan setiap saat. Highways.
Jujur  kami bingung apakah makna ‘highways’ itu? Secara kamus artinya sih jalan tol. Udah. Nggak ada arti yang lain. Menurut Irawan (2013) Highways adalah sesuatu yang dianggap keren, cool, sugoi, dan sejenisnya. Mau itu orang, barang, perilaku, dll. Berdasarkan pengakuan Stella -teman IPB kami yang baru lulus dari Hokkaido University- Doddy-san mengatakan bahwa kata ‘highways’ itu populer di Darmaga. Padahal kenyataannya samasekali nggak, nggak sama sekali terkenal. *lempar daun mapel*
Doddy-san kebetulan sekelompok dengan Wahyu. Walhasil mereka memproklamirkan diri sebagai pasangan artis-manajer. Selama dua minggu ini, dengan senang hati Doddy-san berbagi resep masakan, eh, resep aja, mengenai jalan hidupnya menjadi Higwaysian.
Berikut adalah sepuluh cara menjadi Highways berdasarkan pengamatan kami selama di Hokkaido:


 Pakailah baju yang atraktif-intuitif-deskriptif
Menurut Doddy-san, bakal keliatan kalo kita ke kampus dengan pola pakaian yang terbaca dan itu-itu aja. Dan peluang dosen menghapal pakaianmu sesuai dengan hari juga sangat besar! :O Misal, kamu senin pakai baju merah, selasa kuning, rabu ijo, dst. Jadi sebaiknya rogoh kocek kamu untuk membeli pakaian yang highways agar kamu tampak berbeda ketika ke kampus. Doddy-san senantiasa memakai pakaian yang cerah (karena lagi musim panas jadi mesti eye catching).  Harus update model pakaian juga ke toko sesuai dengan musim. Kalo di Jepang empat musimnya udah jelas. Kalo di Indonesia ya kamu sesuaikan lah. Misal lagi musim mangga indramayu ya kamu pake baju motif mangga. Kalo lagi musim piala Sudirman kamu pake baju motif raket dan lapangan bulutangkis dll.  Jangan lupa tambahkan sedikit aksesoris yang highways, yaitu...

Topi


Nah topi highways itu kebutuhan buat kamu yang ingin meneladani hidup highways. Doddy-san menuturkan bahwa pilihlah model topi yang sesuai. Misal pakai caping pas lagi panas terik atau pake sombrero kalo lagi pengen nampung air hujan. Bhahaha.. dijamin kamu highways express seketika! Selain topi, benda yang harus kamu siapkan adalah..

3       Sandal
Sandal model Xena the Warrior Princess boleh juga lho. Kamu tiru aja gayanya Doddy-san. Selain sirkulasi di kaki menjadi lancar, kamu akan tampak berbeda ketika berada di tempat umum. Otomatis kamu akan higways. Biar makin highways, jangan lupa untuk..
4   
           Pakai talenan canggih
Udah pada tau kan talenan? Itu lho talenan alias aipet. Bisa buat nelpon, sms, nonton yutup, even buat jadi alas pas mau ngerajang cabe, sawi, ato bawang. Hahaha.. Jangan lupa koneksi internetnya. Kamu bisa jadi reporter dadakan di jalan misalkan ada kasus obral gede-gedean atau kamu lagi mau nunjukkin makanan yang kamu makan ke media sosial. Nah biar kamu selalu highways kamu harus...
        
          Aktifkan facebookmu
Hari gini masi pake friendster? Curiga kamu ini manusia masa lampau dah, haha. Pake dong facebook! Dosa hukumnya buat kamu yang mau menjalani hidup sebagai seorang highways kalo ngga punya akun facebook! Jutaan orang melihat akunmu dan tahu selalu update, maka semakin highways dirimu. Hmm,,persentasenya mungkin sekitar 83,5%. Update terus perkembangan harimu di facebook ya, nah biar agak elit-elit-highways kamu harus..
6
           Kuasai bahasa asing
Hari gini ga bisa bahasa Inggris? Hadeuh. Ngomong dong. Modal beli kamus yang highways misalkan ‘Kamus Bahasa Inggris 300 juta’ Haha,, atau kamu like fanpage-nya belajar bahasa Inggris dll. Makin highways kalo kamu bisa bahasa Jepang. Doddy-san jago lho berbahasa Jepang. Seenggaknya kalo kamu pasif kamu translet aja kalo mau nge-post status pake google translator ke bahasa lain. Misal pake bahasa Yunani, bahasa Ceko, atau bahasa Finlandia. Kamu akan tampak lebih highways dan tidak ordinary. 
Nah, apa yang perlu diupdate kalo di facebook ya? Yang harus diupdate basically sih..
7     
           Makanan dan Minuman
Hari ini kamu makan tempe mendoan? Update dong! Masih banyak orang di belahan dunia lain ngga tau apa itu tempe mendoan. Apa jangan-jangan udah mendunia ya, gapapa lah update aja. Trus kamu lagi mau minum jus alpuket? Update juga lah. Makin bervariasi yang kamu makan dan minum, makin highways lah kamu. Seenggaknya kamu jadi Farah Quin dadakan yang ngasi tips menu highways. Nah, udah puas makan minumnya, baiknya kamu...
8     
           Belanja
Aktivitas satu ini selalu dilakukan bagi mereka yang ingin tampak highways. Belanja apa aja, nggak mesti baju. Beli yang murah-murah juga oke. Yang penting beda. Update teruss.. dan kamu juga harus rajin..
9     
           Jalan-jalan!
Jangan timbun uang tabunganmu di dalam rekening. Sisihkan untuk jalan-jalan. Carilah pengalaman dan teman baru. Doddy-san always look higways, karena dia rutin menjadwalkan waktu untuk berkeliling dunia. Dan tips yang terakhir, kamu harus..
      
          Welcome
Welcome party?? Bukan. Kamu harus ramah pada setiap orang yang kamu temui. Jangan pelit senyum. Senyum itu ibadah. Senyumlah slebar mungkin. Berikan senyum ter-higways mu yang kamu bisa ke semua orang. Jangan lupa minta kontak telpon atau facebooknya. Makin ghaul makin highways lah kamu. Anywhere anyplace, kamu akan tampak wah sekelas berlian. Hehehe.



NB: arigato gozaimashita Doddy-san untuk bantuannya :D

Jumat, 13 September 2013

Semester Baru

Semester baru, kesibukan baru.

Masih dalam nuansa Pare, aku dan teman-teman Pare berkumpul di rektorat untuk bertemu Mbak Nisa sekalian memberikan oleh-oleh. Ternyata, Mbak Nisa sedang menyambut teman-teman program Twincle di wing rektorat. Jadilah kami berlima ikutan nimbrung di acara mereka. 
Gubrak, ternyata program Twincle beda banget sama Pare. Di program Twincle mereka tampak lebih santai, sementara program Pare lebih full pada belajar dan field trip. Karena yang punya acara Pak Bambang jadi mahasiswa yang berpartisipasi dalam program Twincle adalah mahasiswa pascasarjana arsitektur lanskap dengan mahasiswa pascasarjana Universitas Chiba. Kalo di Pare (lengkapnya intensive summer school) ada tujuh universitas yang terlibat. Tiga dari Indonesia yaitu IPB, UGM, dan ITB. Dari Thailand ada Kasetsart Univ., Chulalongkorn Univ., dan Thammasat Univ. Serta dari penyelenggara yaitu Hokkaido Univ. (Hokudai) Sapporo. Yeah, whatever, intinya dua program ini telah mengantarkan kami ke negeri Sakura :D

Kami pun saling berkenalan. Serunya bersahabat dengan teman dari luar adalah bisa latih kemampuan berbahasa Inggris. Meskipun belepotan sejauh saling mengerti, that is conversation :D

Aku dan teman-teman program Pare diminta menyiapkan presentasi hasil perjalanan kami selama di Jepang bersamaan dengan teman-teman dari program Twincle. Jadilah Bread Unit IPB sebagai markas kami ngumpul, hahaha.
*ngunyah kitkat sakura*
Sementara itu, di departemen, kami harus menyerahkan forum rencana studi yang ditulis manual (hadeuh,,merepotkan banget ini) dan printout online-nya. Dan ternyata ada trouble juga terkait penanggung jawab mata kuliah. Whew.. dipending dulu deh. Aku sendiri bingung mau ambil kuliah apa di semester ini. Awalnya tergoda dengan metstat (metode statistika) karena pada ngambil itu. Pengalaman pait di masa S-1 bahwa nilaiku cetar membahana akibat mengambil metstat alias jelek. Lalu tergoda juga dengan kuliah dari bagian tanaman yaitu Pengelolaan Rumput Lanskap. Karena sudah berganti haluan, aku tinggalkan pula itu kuliah. Sempet juga tertarik ambil GIS tapi cukstaw dengan kuliah Pemodelan kemaren. Dan,, akhirnya setelah konsul dengan dosbingku terkait dengan rencana tesis, aku akhirnya mengambil kuliah ekologi manusia. Tiga sks kuliah saja. Hehehe. Ecoman mengambil kuliah ekoman. Seepp.

Kuliah Kolokium di awal semester ini juga cukup cetar. Masih bimbang dengan tesis sebenernya. Topik sudah ada. Mau nulis apa ya.. Mau mulai dari apa dulu ya, haha.. Dosen kolokium ini juga sudah mewanti-wanti kami untuk persiapan jadwal kolokium dll. Terpampang nyata penjelasan sang dosen mengenai prosesi kolokium, sidang komisi, dll. Aaargg.. Weks, udah males ngedengernya. Becanda kok. Mau nggak mau harus dijalani tahap ini. Mau lulus, ya lalui proses dulu lah Pram *getok*
 Tanpa ba-bi-bu aku langsung lancarkan jurus seribu kaki alias meluncur ke dosbing untuk urus surat keputusan pembimbingan. Kalo S-1 pembimbingnya harus dua. Kalo S-3 harus 3. Inget dulu jaman S-1, pembimbing satu aja rasanya udah kaya nunggu ibu negara dateng *gelar red-carpet*. Sekarang, pembimbingnya dua. What a life. Haha..semangaaat!

Sementara itu, di dunia yang lain yang lebih lawas, tersebutlah seorang lelaki bodrek bernama Jo yang tak lain dan tak bukan adalah temen seangkatanku namun kini setahun di atas saya di kelas pasca. Semasa S-1 kami sama-sama menyukai kelas tanaman. Dia ini sepertinya akan menjadi pioner dalam dunia perumputan di Indonesia. Tesisnya adalah seputar rumput zoysia alias rumput lapangan sepakbola.

Jo ini keren lho bisa nanem rumput dalam petakan-petakan kecil di kebun percobaan Pagentongan. Dan rumput yang dia tanam tergolong susah dan langka didapat dari nursery di wilayah Jabotabek. Akhirnya dia berhasil membuat puluhan petakan rumput dengan pelakukan berbeda. Agak ribet sih sebenernya, agronomi banget. Tapi dia uji tanah lho, tanah banget. Bener-bener multidisiplin (lanskap-agronomi-tanah). Mungkin dibahas juga kali ya aspek proteksi tanamannya, jadi tesis berkelas fakultas gitu, hehe. Meski saya suka taneman, puyeng juga itang-itung berbagai parameter untuk uji ini uji itu. Namun, menurutku sejauh ini Jo melakukannya sesuai prosedur dosbing. 
 
 Dua minggu di awal semester baru, aku dan beberapa teman rajin menyambangi lab tanaman. Sekedar bantu gunting akar, oven, dan nimbang. Yep, di sekolah pascasarjana arsitektur lanskap, hanya di sini tempatmu untuk bisa menikmati nuansa lab tanaman ala lanskap dan keribetan menghitung, hehe.

Sementara itu, angkatan 2013 yang baru pun hadir. Beberapa diantaranya adalah temen seangkatanku. Wah seruu.. aneh dan lucu juga ketemu lagi di tempat yang sama. 

Let's start this new semester! :D


-__- kenapa miring gini ya.Haha.sok diputer aja layar laptop/PC anda ya hahaha













Senin, 26 Agustus 2013

Wakkanai to Wassamu





 Kota Wakkanai adalah kota paling utara se-Jepang. Hanya 43 km dari perbatasan laut dengan Rusia, tepatnya dengan pulau terluarnya yaitu pulau Sakhalin (Laut Okhotsk). Wajar suhu harian Wakkanai cenderunt sejuk-dingin. Pada musim dingin, suhu bisa menembus 35 derajat celcius,, di bawah nol. Brrrrr. Kota ini mengingatkanku pada lagunya shakira,, itu loh, saminamina e e wakkawakka e e,, hahaha (*plakk).

Beruntung kami mengunjungi kota ini di waktu musim panas, jadi panasnya masih lumayan adem. Brrr..Perjalanan dilanjutkan ke kota pertanian yaitu Wassamu. Sepanjang jalan, memoto dan memoto. klik klik klik..



Jalan yang sepi
Di Wakkanai, banyak tempat ditulis dalam bahasa Rusia, salah satunya pada papan jalan

 Banyak bunga bermekaran. Wuih..begini ya negara empat musim,, senangnya bisa lihat bunga bermekaran di musim panas. Warnanya itu cerah cetar bersinar gitu, bhahha.. karena lupa namanya apa, yang penting difoto aja dulu ya









Setiba di Wassamu, tepatnya di kantor balai penelitian dan pengembangan pertanian (lupa nama jepangnya apa, yeah smacam itulah klo di Indonesia :D), kami disuguhi bento plus ocha tawar yang lama-lama mulai terasa biasa saja di lidah. Biasanya tiap ke hokben minum ocha karena terasa wow istimewa. Sampai di Jepang setiap makan di kantin minumnya selalu ocha. Untung bukan mir*ai ocha. Dijamin ngga ada yg minat. Orang sini sukanya yang tawar dan sour soalnya, hehe..

Setelah makan siang, kami berkeliling melihat kebun percobaan dan melihat dam buatan sebagai sumber air irigasi bagi lahan pertanian..
Hmm jadi inget kampus, hehe


Kali ini berhasil habis. Biasanya tiap nemu telor ikan atau sushi dkk males ku makan

Sedang diteliti, mohon jangan diganggu

Kol

Balitbang pertanian-nya Wassamu

Entah apa artinya, difoto saja soalnya bagus :D

Tomat-tomat bergelantungan. Oh iya pas kita kemari disuguhi jus tomat. Tapi tomatnya rasanya aneh seperti saos tomat diencerin.. yakkss..mending makan tomat seger dah

Labu raksasa

Sugoii..

Dam buatan untuk irigasi dan juga wisata. Eco detected nih :D

Bahan campuran untuk pupuk dari kulit kayu limbah industri. Eco juga ini nih :D

Kaya lagi di Klaten tempat mbah, haha..

Ini pohon...emm..lupa namanya.. birch apa gitu

Rasio petani dan lahan lumayan besar lho. Luas-luas. Sayang, penduduknya jarang. pada pindah ke kota. Karena pertanian memakan mesin, segalanya jadi praktis dan efisien, Tak butuh tenaga kerbau untuk bajak, tak butuh buruh untuk merawat. D


Berkelanjutan

Dari beberapa kunjungan yang dilakukan selama di sini, Jepang memang negara yang berusaha untuk memanfaatkan sumberdaya lokal yang ada untuk digunakan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan listrik. Mungkin sejak zaman sd dulu kita tau bahwa ada yang namanya renewable dan non renewable resource. Simpel saja sih, bikin windmil-nya, bikin panelnya, trus ditransmisikan jd sumberdaya listrik. Konsep smart city banget dah,, apa-apa bisa jadi sumberdaya :D Masalahnya untuk di Indonesia, pengembangan alternatif sumberdaya energi memang belum meluas dan menggema (haha..lebay). Perlu dikembangkan lagi terutama pada wilayah-wilayah yang memang memiliki potensi seperti daerah pantai yang banyak angin atau di wilayah nusa tenggara yang selalu berlimpah cahaya matahari..

Kincir angin sebagai instrumen untuk menghasilkan energi listrik dari angin. Jadi inget tinky winky dipsi lala dan poh

panel-panel surya pembangkit tenaga listrik

cool storage untuk menyimpan hasil pertanian
Pengelolaan air untuk menghasilkan air bersih. Gambarnya lucu-lucu jadi gampang masuknya haha

instalasi pengolahan air
Di wilayah utara Hokkaido, terdapat beberapa kota yang sudah menerapkan green city yaitu green waste management dan green resources. Kesadaran akan konsep keberlanjutan memang benar-benar diperhatikan dalam pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumberdaya alam yang ada.

Nasi tinggal dimasukin oven

Makan bersama untuk keberlanjutan, bersama pelajar ITB dan UGM :D
Namanya lidah Indonesia, masih nggak bisa nerima masakan Jepang yang rata-rata hambar sour gimana gitu,haha.. paling suka jus orange yang selalu diminum tiap sarapan yang rasanya hmm asem kecut mengejutkan. Demi keberlanjutan, para pelajar dr Indonesia berkumpul di kamarku untuk makan malam bersama. Pada bawa abon, saos, kecap, sambel terasi instan, mi, kering kentang/tempe, rendang. Hahaha...yeah, makan nggak makan yang penting berkelanjutan.
Untung Jepang masih negara yang sama-sama makan nasi, haha... hidup sustainable!