expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 11 Februari 2016

Undangan ala-ala

Undangan ala-ala bin amatiran saya selama di arl pasca 2012 :D. Sedihnya adalah nggak ada yang ngebuatin untuk saya. Yasudahlah :D

Pak Luki ini tipikal filsuf. Bingung mau buat undangan seminar beliau kayak apa, jadilah bikin edisi borongan gini
Ami ini orangnya enerjik dan maunya selalu bergaya ciamik. Mumpung dia lagi pose di Kota Cirebon yang heritage banget dengan nuansa santrinya, dibikinlah ini :D

Gadis yang udah jadi ibu-ibu ini merupakan golongan fast track angkatan pertama di pasca ARL. Sangat loyal dengan pekarangannya

Yang ini adalah mantan pacar tetangga saya yang baru kenal sejak saya sekolah di pasca, hahaha. Ngedandanin kucing, menjahit, dan membuat pelbagai desain produk adalah kegemarannya.


Umi-umi gaul ini saat seminar bareng dengan glory yang sedihnya lupa saya buatkan undangannya :( Sebelum umi ke negeri Magnum, saya buatkan undangan farewellnya, meskipun yang datang juga dikitan. Tapi ini special requestnya Umi minta dibikinin undangan konyol buatan saya :D

Yang ini sih mau diapain pasrah-pasrah aja, haha. Gadis penjelajah bumi Sulawesi Utara yang sangat-amat-puitis. Berhubung minta dibuatin yang super nyentrik saya tambahkan aja Macaca di punggungnya. Gak rapih pula, haha :V

Gadis syariah ini lupa saya buatkan undangan, jadi saya buatkan undangan versi selesainya, haha. Kajian Taman Islaminya tak lama lagi akan dibukukan. Membanggakan bukan :D

Bunga, biola, serba vintage, adalah ciri gadis Bogor ini. Mungkin kalo pakai gambar ini relatif berkorelasi lah ya dengan dia, ahahaha

Dosen pembimbing yang gila sama budaya dan sejarah Nusantara. Yaudah deh, pakai aja foto jaman praktikum ke Bali. Etnik-etnik gitu kan jadinya

Teman saya yang baru saja jadi bapak ini sedang berpose di tukang penjual buah di Telaga Warna. Samasekali nggak nyambung dengan tema seminarnya, hahaha. Salam, sahabat Noah :D

Minggu, 24 Januari 2016

Makan: Packaging dan Ambience

*Menulis judul campur English-Indonesia kayak gitu pasti diomelin sama ahli bahasa :D*

Salah satu amalan sehari-hari yang saya lakukan adalah makan. Makan udah jadi kegiatan wajib demi badan yang kuat sehingga bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Belakangan saya mempelajari bahwa ada hal yang juga disematkan di dalam kegiatan makan. Ambience namanya. Ambience alias suasana, adalah aspek yang saat ini menjadi bagian penting khususnya bagi mereka yang kebanyakan makan di luar. Kalo suasana makan di rumah ya standar lah: suasana rumah, ada orang rumah, meja makan (seringnya sih makan sambil nonton tipi, atau ngobrol sama anggota keluarga lain), udah itu aja. Nah, kalo suasana makan di luar rumah? Jelas beda. Ada suasana yang hendak dibangun ketika makan di tempat makan tersebut. Ada ambience yang kuat, makna, kesan mendalam, tssaahelaah.. 

Mengemas gorengan kasta sudra menjadi sekelas brahmana. Seriusan ini hanyalah gorengan yang dijual dimana-mana. Hanya gorengan biasa yang di make up kok :v 
 Packaging alias pengemasan merupakan salah satu proses kreatif dalam berbagai bidang, termasuk urusan makan. Jujur saya termasuk orang yang bodo-amatan sama pengemasan. Lama-kelamaan saya mendadak serius sama urusan pengemasan makanan. Bagaimana disajikan, kebersihan, tempat, suasana, dst. (Kebanyakan mikir bikin pusing juga lho, ujung-ujungnya nggak jadi makan :v). Seneng juga punya temen-temen yang memiliki selera serta sensitivitas yang tinggi sama dunia kuliner. Dibanding temen-temen saya, saya mah ga ada apa-apanya :v. Pernah saya ikut-ikutan diet nasi dulu (duluuu..kapan itu) setelah ngobrol dengan teman-teman. Jadi saya cuma makan martabak ama roti untuk makan malam di kosan (lupakan ambience dan packaging, secara juga anak kosan). Makan nggak hanya nasi. Ubi ungu juga enak buat pengenyang perut. Makan kue gandum. Makan sayuran. Pokoknya yang serat-serat aja banyak dimakan.

Saya jadi dapat banyak input data tempat-tempat makan lucu dan tren makanan kekinian kayak apa. Malah saya kepikiran mau bikin usaha tempat makan, eh, kafe (biar terdengar cetar ah). Kayaknya seru gitu. Chef udah ada, praktisi gizi ada, desainer interior udah ada, tinggal dana sama lokasi belum ada. Huahaha..D

Bisa bikin sendiri sih kaya gini. Tinggal comot dedaunan di pekarangan hauahhahaha
Biasanya anak ghaul itu pasti nongkrong di warung cafe yang update, classy, gitu deh. Kalo saya yang penting bersahabat dengan kondisi keuangan, bergizi, kenyang. Di alam bawah sadar saya, suka kepikiran "ih gw mbak gw dan nyokap gw pasti bisa bikin sendiri kaya gini di rumah", "ih di deket rumah ada juga yang jual kaya gini tapi lebih murah", "buset mahal banget, bokek gw" dst :D
Tapi namanya pergaulan, tak bisa dipungkiri akan mau-nggak-mau melakukan kegiatan makan yang ambience dan packaging nya di atas standar sehari-hari saya. Yaah.. paling saya mesen makan-makanan ringan (*biasanya sih tergoda) sama air putih atau es tawar (ngirit). Pulang dari nongkrong, mampir ke warteg karena masih lapar, hehe. Saya juga suka nolak diajak nongkrong belakangan ini, soalnya biasanya lamaaa banget trus ngobrol jauh melanglang buana kemana-mana. Mungkin karena ambience tempat yang sedemikian nyaman sehingga betah banget buat berlama-lama.


Jajanan yang udah legendaris dan dikemas dengan suasana tempat makan yang hygiene, clean, serta ambience yang mendukung kita duduk lama-lama di tempat tersebut. (abaikan bahasa campur-campur yang saya pakai :v)
Bersyukur saya punya kakak-kakak yang suka coba resep ini itu. Ada aja yang mereka buat di rumah. Minta bikinin spaghetti, siomay, bakso, donat, kue kering kue basah, hahahah..Lebaran akhir-akhir ini mereka juga jadi rajin bikin kue. Meski terkadang packaging-nya mengenaskan dan ambience-nya sama sekali nggak dapet, taste-nya lumayan oke. Karena saya sebenenernya suka makanan rumah, apapun yang disajikan di rumah entah mengapa enak-enak aja rasanya.

Salah satu sudut kafe di kota hujan. Di sini kamu akan disuguhi suasana yang cozy bin hommy, disetelin lagu-lagu jazz, aroma wangi kopi, suasana anget-anget kayu, interior yang classy, *kemudian tidur* ~ zzz

Donat bikinan kakak saya dan difoto ala-ala :v
Demikianlah catatan saya tentang makan kali ini. Jangan lupa, sebelum makan/minum berdoa, makan/minum sambil duduk, dan habiskan. Bersyukurlah masih ada makanan. Wokeh, selamat makaaan.. :D

Kamis, 21 Januari 2016

Selektif

Memilih teman sama halnya memilih baju yang pas untuk dikenakan. Kita bisa menyukai baju jenis apa saja, tetapi kita harus memilih baju yang pantas untuk kita pakai. Benar bahwa ada istilah 'carilah teman sebanyak-banyaknya'. Menurut saya, tidak bisa kita menuntun semua teman kita benar-benar menjadi 'teman'. Ada pemeringkatan kedekatan. Bisa jadi karena aktivitas yang selalu bersama (alasan pekerjaan), atau karena punya hobi yang sama, atau karena sejak lama sudah berteman.

Saya pernah menjadi seseorang yang berpikir 'temanku, temanmu juga'. Dan ternyata, bukan hal yang mudah mempersepsikan seperti itu. It is not an easy task. Ada banyak tipe teman: ada yang introvert, ekstrovert, ada yang kedua-duanya. Perlu untuk mengenali karakter teman-teman yang kita punya agar kita tidak serta-merta membuatnya tersinggung, canggung, marah, dan sebagainya. Bukankah kita berteman dengan alasan khusus? 

Bahkan jatuh cinta pun pasti ada alasannya.

Saya berniat membelajarkan diri untuk dapat lebih menghargai, meskipun itu hal yang tidak mudah. Banyak kejadian ketika saya harus sering-sering memahami teman tetapi teman tersebut tidak memahami saya. Kadang saya stress juga sih. Tidak memungkiri juga bahwa terkadang saya juga tidak bisa memahami teman saya (yang mungkin sudah berteman sejak lama). Teman saya yang lain pernah berkata, pertemanan layaknya pasangan kekasih. Kadang ada cemburu, kadang marah, dll. Hahaha..

Pada akhirnya memahami teman-teman seperti membaca tanda-tanda. Berulang-ulang. Proses yang tiada henti. Bagaimanapun teman-teman adalah anugerah yang Tuhan turunkan untuk kita agar kita menjadi orang yang lebih baik bukan? 

Ada banyak nasehat lama tentang pertemanan, salah satunya adalah berteman dengan pandai besi terkena cipratan api, berteman dengan tukang minyak wangi terkena cipratan minyak wangi.

*kemudian temenan sama tukang minyak wangi, hehe --


Jumat, 08 Januari 2016

Tamasya ke Sulawesi Tenggara: Baubau! (2)

Alamaak.. udah setahun lalu saya pergi ke Baubau tapi belum beres-beres juga nulis ceritanya! Ha..ha. Oke, mari lanjutkan postingan sebelumnya.. Di Kota Baubau ini, terkenal dengan aktivitas pelabuhannya yang supersibuk. Berdasarkan penuturan Ray, pemandu wisata kami, semua kapal barang yang akan menuju timur Indonesia (Ambon, Manado, dll) pasti harus singgah di Baubau. Baubau menjadi pelabuhan transit yang penting. Mengisi bekal, dan beristirahat adalah salah satu kegiatan utama kapal-kapal yang singgah di Baubau. Pelabuhan Baubau merupakan pelabuhan yang terbentuk secara alami. Laut cukup dalam sehingga membantu memudahkan kapal-kapal besar berlabuh.
Patung Selamat Datang, persis di depan gerbang Pelabuhan Baubau

Letter Button. Ini udah lamaaa banget dibuat, sejak jaman Belanda. Jauh sebelum trend signage yang saat ini ada di Indonesia. Udah pusaka banget itu letternya :D

Bro Ref pengen di foto di depan signage BRI. Ciee..hahaha
Di kota ini, jalanan bersih-bersih lho. Jalan pagi-pagi pun nggak ada sampah. Jadi orang-orang sejak selesai salat subuh mereka bersih-bersih. Nggak heran bisa dapat Adipura. Selfie dulu aah.. *selalu
 Kami jalan-jalan di sekitar kota lama Baubau. Ke kantor Bappeda, lalu melihat Malige. Lebih lengkap tentang Malige silahkan klik di sini ya.. Melihat benda-benda sejarah yang banyak bertaburan di Baubau ini, saya jadi mikirin gimana jaman dulunya. Keren banget pasti ya. Yang bisa kau lakukan di sini adalah kau harus eksplor sampai ke lantai paling atas Malige! Foto-foto sih udah pasti lah ya, tetapi kalau bisa kamu juga tanya ke pemandu. Biar jalan-jalanmu lebih 'kaya' :D

Kawasan Kota Lama Baubau. Saya sempet merasa kok kaya di negara manaa gitu. Bagus, ada pohon besar dan atap-atap etnik :D

Malige!

Vernakular 

Orang Buton udah menerapkan prinsip kamar-kamar, jadi udah tau apa yang namanya privacy gitu :D Ini kamar-kamar lho. Serba kayuu.

Salah satu koleksi pakaian tradisional yang ada di dalam Malige

Ilustrasi prosesi adat Dole-dole

Nyaman banget di sini. Banyak angin :D

Kami melanjutkan perjalanan ke..Benteng Keraton Buton! Yeay.. kami singgah ke Kantor Dinas Pariwisata Baubau. Saya sempat bertemu bapak-bapak lokal yang bertanya ke saya "Mas dari Jogja?". Mungkin karena telinga saya nggak mendengar, atau logat orang Buton yang terlampau cepat, atau apalah itu, yang saya dengar adalah "Musdarjogja?" Hah,,apaan tuh musdarjogja? Dengan bodohnya saya jawab "Saya temennya Ray, Pak," kemudian saya ngacir menyusul Ray dan Refi.

*padahal Ray dan bapak-bapak itu juga nggak saling kenal.. Ah auk ah :D

Januari awal 2015 cuaca cerah di Buton! Jadi, meskipun wilayah barat Indonesia sedang diguyur hujan, di Buton cuaca dominan cerah. Jadi, susun saja rencana wisata awal tahunmu ke sini :D

Pemandangan dari dalam Benteng Keraton Buton. Cakep!

Pusat Kebudayaan Wolio, harus ke sini kalau kalian ke Baubau ya. Bisa banyak belajar sejarah :D Sebenarnya ini istana juga, namanya Kamali Baadia. Tapi sekarang dibuka sebagai pusat kebudayaan.

Masjid pertama di Buton, masjid Quba. Alhamdulilah bisa shalat di sini.

Jagungnya Buton, Agak beda sama jagung di tanah Jawa. Ditanam di bebatuan lho, subhanallah banget, tetep bisa tumbuh, Hebaat :D
 Hal unik yang saya temukan di Baubau adalah mereka banyak makan! Serius. Selama saya di Baubau saya hanya makan sekali (saking banyaknya porsi). Saya yang biasa makan dengan 1-2 jenis lauk, di Baubau saya makan minimal 3 lauk. Kenyaang.. alhamdulillah, haha. Kata Ray, orang Buton emang kalau makan banyak. Ngemil juga. Tapi, kalau saya perhatikan badan mereka biasa-biasa aja.

Lah saya, makan banyak sedikit langsung jadi. Wkwkwkwk..

Harus coba! Ini namanya nasi campur Pancarasa. Kuenyaaaang :D

Letter Bau-Bau di Bukit Kolema. Dibuat persis di tebing di tepi laut :D

Pemandangan dari Letter Bau-bau tadi :D

#omomipb :D


Makan malam di Wantiro, menikmati suasana malam Baubau yang sepiiiii banget. Hahaha. Entah kenapa di sini kami ngobrol ngalor ngidul. Mendadak betah. Tempatnya sedang agak sepi, maklum pas hari kerja kali ya.

Rabu, 30 Desember 2015

Jalan-jalan ke Taman Spathodea, Jakarta Selatan

Menuju ke Taman Spathodea? Susuri saja Jalan Kebagusan Raya. Taman ini nampaknya selalu ramai. Meski dari luar nampak kecil, ternyata ketika masuk ke dalam, taman ini memanjang ke belakang. Taman ini tergolong taman yang cantik. Ada elemen air, ada plaza, pepohonan juga banyak, ada area bermain anak, bahkan ada area untuk outdoor fitness. Wuih.. :D


Taman Spathodea dan kolam utamanya yang ditumbuhi teratai

Kolam di sisi utara. Saya suka permainan garis lengkungnya. Kesannya dinamis dan menarik gitu :D

Outdoor fitness di Taman Spathodea. Asiiikkk.. 


Idea developer, partner in haters, hahaha.. Temen gw yang paling bisa ngompor-ngomporin gw buat menyadarkan gw untuk 'setia' dengan menggambar. Yeah, Menggambar. Ada pesan yang dapat dibawa melalui gambar. Visual memang salah satu faktor penting dalam memahami suatu makna. Enjoy! :D

Selfie sambil nyeketsa biar nge-hits. Ahahah.. Apa cuma gw yang suka duduk di rumput taman? Cobalah. Seru lho duduk-duduk/guling-guling/tidur-tiduran di taman :D

Rumput tetangga selalu lebih hijau. Makanya mupuk rumput tu yang bener, jangan lupa disiram jiahahahaha
Area parkir di Taman Spathodea ini agak terbatas, jadi kalo kamu ke sini bawa mobil ya mesti sabar-sabar aja karena ruang terbatas. Kalo motor sih masih bisa nyempil-nyempil.hehe. Fasilitas publik seperti ini menurut saya yang harus digencarkan di ibukota Jakarta. There are too many shopping mal in Jakartal! Kenapa harus selalu pergi ke mal? Pergilah ke taman. Nikmati udara, suasana, angin, suara burung, suara orang ngobrol, suara orang bermain bola, panas, rindangnya pepohonan,,

 Menyelamatkan ruang terbuka yang masih tersisa dengan bikin taman kaya gini setidaknya menenangkan jiwa kita sebagai makhluk alam yang seharusnya 'akrab' dengan ruang luar bukan? :D

Jalan-jalan ke Taman Dadap Merah, Kebagusan, Jakarta Selatan

Taman Dadap Merah ini letaknya memang tersembunyi. Lokasinya ada di Jalan Kebagusan Dalam. Untungnya ada rambu yang membantu kita menemukan taman ini. Tamannya asrii banget. Ada drainase yang inlet airnya berasal dari Lenteng Agung. Sayang, ketika saya datang lagi banyak sampah dan agak berbau. Itu aja kekurangannya sih, faktor luar yang kurang menyenangkan. Hehe..

Rapiii

Saya suka sama drainase ini, mengingatkan saya dengan Arung Jeram di Dunia Fantasi, wahahahah

Lari tiap hari bakalan ngurangin lemak ini. Ahahaha. seger daah

Bersama teman saya sejak S-1 dulu. Bukannya nikmatin taman malah sibuk nyebutin nama-nama tanaman dan kegunaannya di lanskap :D

Yuk kita jaga kebersihan dengan membuang sampah di tempat sampah. Apalagi tempat sampahnya keren kayak gini. Bertahun-tahun sekolah terus masih buang sampah sembarangan?? Ke laut aja dah :D

Variasi tanaman yang lumayan banyak, hamparan rumput, papan peringatan taman, tempat sampah, bangku-bangku taman, fasilitas bermain anak, secara umum sudah bagus di sini :D
Jakarta memang kota yang menyebalkan, macet, polusi, bising, dll. Tapi, dibalik segala kejelekan Jakarta, masih ada pesona yang ia miliki. Salah satunya ya taman kecil ini. Kecil sih, tapi menurut saya pribadi udah luar biasa banget membantu mata pikiran dan hati saya senang, hahaha.. Jadi, jangan cuma main ke mall aja. Mainlah ke taman, oke :D

M.Si

Alhamdulilah saya udah beres sidang M.Si saya pekan lalu. Rasanya lega aja sih, kaya ada yang terbang gitu dari bahu, ahahah. Di hari saya sidang, hujan turun amat deras. Saya dibantu Ray, menerjang hujan naek motor menuju Darmaga. Brrr..dingiin. Tiba di Darmaga kami beli kue-kue sebelum akhirnya tiba di kampus. Hujan masih setia mengguyur hingga akhirnya waktu sidang saya diundur satu jam. Lalu sfshfkjs sfnaeeirudfncnan dncjakjafa (--suasana sidang) dan akhrinya tiga jam kemudian saya dinyatakan lulus. Cukstaw deh ama S-2 di IPB, ahahaha.Nggak mau sidang lagi. Mesti segera revisi, trus angkat kaki :D

Groufie di Plaza Bung Karno

Bersama teman-teman Arsitektur Lanskap yang menunggu saya sidang. Terima kasih ya :D


#2 foto ala-ala. Suka sama foto ini, omomipb sama Sapu 'Sanchai', Ngoahahahaha.. Akhirnya kedudukan Titish sebagai sanchai arlpasca tergeser. Syukurlah *lho

Wajah iseng para omomipb, nyiapin kejutan. Grrrrr

Akhirnya gw kena juga dikerjain ama bocah-bocaah.. Disuruh catwalk di Plaza Bung Karno,, pake aksesoris macam pemilihan kontes ala-ala.. diliatin dosen entah dari jurusan apa.. diketawain.. buset..serba pink pula :v