expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Jumat, 09 Agustus 2013

Idul Fitri 1434 H

Lebaran! Setelah berpuasa 29 hari di bulan Ramadan, seluruh umat muslim di dunia merayakan Lebaran. Dulu, jaman saya masih kecil, Lebaran identik dengan perbaikan celengan. Haha,,orang-orang dewasa memberikan angpau cukup besar kepada setiap anak-anak yang berkeliling kampung. Dari sanak saudara juga tidak lupa memberikan angpau. Namanya bocah, ngeliat duit licin cling dalam bentuk lembaran yang masih halus-mulus tuh rasanya sesuatu banget buat kala itu, haha. Akulturasi kebudayaan ya, angpau. Dan juga petasan. Dar-der-dor. Bedug juga. What a beautiful culture :-)

Sebelum solat Ied, kami biasanya makan dalam porsi kecil (sunnah Rasul). Lalu kami berjalan menuju mesjid. Agak sedih sebenernya beberapa tahun belakangan pelaksanaan solat Ied di mesjid. Biasanya di lapangan depan kampung. Lebih luas dan rame. Semoga tahun depan bisa di lapangan lagi.

Setelah solat Ied, yang laki-laki biasanya berkeliling bersalaman di dalam mesjid. Puanjaang banget (kebayang ketupat menanti di rumah, whew..). Kapan lagi berkeliling bersalaman. Sambil bertanya kabar "ow,,kuliah dimana? Dah kerja? Kapan nikah?" ow ow..jreeng (lempar ketupat)

Setelah itu aku dan keluarga sungkeman di rumah. Minta maaf ke bapak, mama, kakak-kakak dan ipar serta adik. Baru setelah itu berkeliling kampung mengunjungi tetangga.

Keluarga biasanya berkumpul di rumah anak tertua. Aku biasa berkumpul di rumah Bude selaku anak tertua kakek-nenek (almarhum). Hampir semua anak kakek-nenek berkumpul di Jakarta. Momen seperti Lebaran adalah momen wajib untuk kumpul mengeratkan kembali keakraban (tsaah... ). Memang susah lho untuk ngumpul dalam satu momen yang sama. Makanan dan minuman enak-enak bergelimpangan di meja makan. Hari istimewa dan sajian istimewa juga. Ya cuma saat Lebaran. The best moment to forgive each other and gather while eating and drinking so much :P Tapi jangan berlebihan ya, nggak bagus buat tubuh. Kan puasa kemarin diajarkan untuk menahan nafsu,, perhatikan makanan dan minuman yang masuk, okey? (<-- bijak="" br="" mendadak="">

Cucu-cicit-menantu berkumpul jadi satu

Kamis, 04 Juli 2013

Anomali bulan Juli



Juli yang seharusnya adalah Juli yang panas, cerah, penuh dengan cahaya matahari. Namun berita di radio belakangan ini memberitakan isu yang entah orang anggap sudah basi barangkali: global warming. Dan akhirnya menyebabkan suatu keanehan dalam bidang keikliman dan kecuacaan, menimbulkan suatu anomali. Anomali yang menjadi rahasia umum sehingga tidak terasa ‘istimewa’.
Beberapa hari ini hujan seringkali turun. Teori yang selalu ku ingat dari buku-buku adalah Indonesia mengalami musim penghujan pada Oktober – Maret, dan musim kemarau pada April – September. Kelakar lain, adalah bulan berakhir –ber dipastikan hujan pasti turun: September, Oktober, November, Desember. Maret, mak ret, yang di dalam Bahasa Jawa diartikan suatu kondisi hujan yang telah berhenti. Dari kecil, memoriku masih cukup normal. Aku selalu ingat Oktober yang selalu hujan, November, Desember, Januari, Februari, dan akhirnya mereda saat Maret masuk. Saat Juli dan Agustus, aku masih ingat betapa hari-hari berjalan begitu cerah dan semangat, sesemangat matahari untuk tiap pagi menyilaukan dan membuat aku ingin selalu membuat minuman dingin dan bermain kipas angin di ruang keluarga.


Saat ini, semuanya bisa saja terjadi. Nothing is impossible. Juni kemarin aku masih merasakan hujan cukup lebat yang turun yang membuatku harus kembali mengambil selimut yang rasa-rasanya tak pernah kupakai pada musim penghujan kemarin. Juli awal ini pun masih. Dibalik semua anomali ini, aku merasa senang-senang saja. Aku masih bisa berselimut menyeruput teh manis hangat sambil mendengar riak hujan yang turun sedari sore sampai larut malam. Aku masih bisa memakai payung atau mantel hujan kala harus mengemudikan sepeda motor. Memandang sedikit kabut yang turun di Jakarta sebagai hal yang amat aneh. Tetapi di belahan dunia yang lain, mungkin bagi para petani, pelaut, dan berbagai profesi lain yang mengandalkan pengetahuan keikliman dan kecuacaan selama beratus tahun dari zaman leluhur mereka, dalam dasawarsa terakhir pastilah sudah merasakan ada yang tak beres dengan perilaku alam. 


Manusia, alam, memang tak pernah lepas. Seperti Bogor dan hujan, kota yang menarik karena kapan saja hujan bisa tiba-tiba turun sehingga mungkin orang Bogor tak pernah luput dengan payung mereka. Seperti Puncak dan hawa sejuknya, yang menjadi petilasan sakti bagi orang-orang Jakarta untuk mencari kesejukan dan udara yang berbeda sebagai obat penawar racun polutan yang sehari-hari mereka hirup. Seperti Jakarta dan banjir, yang menjadi sahabat sejati yang mungkin menandakan keberkahan ekonomi sejati karena luapan air dari belasan sungai seolah rezeki lima tahunan.

Yeah, anomali. Jalani saja ke-anomali-an ini.

Senin, 24 Juni 2013

zuppasup

Perhatikan di sebelah kanan ada yang nyempil, hihi :D
Yuk dek makan zuppasup :D

Zuppasup adalah makanan hebat yang selalu hadir di setiap acara undangan pernikahan, hahaha. Ceritanya kakak dan adikku lagi iseng bikin zuppasup di rumah (sementara aku lagi tidur siang). Bangun-bangun langsung kecium harum-harum wangi dari arah dapur. Nyamm.. langsunglah aku ke dapur ambil secangkir zuppasup. Ceritanya mau difoto bareng zuppasup, eh ponakanku nyempil kefoto (wkwkwk..) akhirnya kami makan zuppasup bareng deh. Enaak :9

Sabtu, 22 Juni 2013

kampus kami



Bercerita adalah cara yang tepat untuk meluapkan uneg-uneg yang ada di kepala. Aku memang suka bercerita, karena kita bisa tukar-menukar informasi, pengetahuan, pengalaman, apapun itu :D Kemarin adalah pengalaman yang seru bersama sobatu, Ray. Dia adalah partner sekelas yang usianya dua tahun lebih muda dariku. Perbedaan dua tahun berasa tidak berpengaruh: kami tetap nyambung bercerita. Apa saja. Kami suka cerita-tertawa-cerita-tertawa. Bwahahahaha

Bermula ketika aku dan teman-teman kelasku pulang selesai magrib. Aku dan Ray seru membahas sejarah kampus kami. Jujur saat itu aku sedang kesal sedang kerja kelompok. Rumit. Yeah, sebenernya aku ini ga suka kalo kerja kelompok ga tepat waktu. Hadeuh.. Untunglah bisa bercerita dengan Ray. Banyak hal menarik yang belum aku ketahui. Dan dari cerita-cerita Ray, aku jadi tahu. Jadi tahu kalau kampus kami ini...horor :D Haha,,yeah benar-benar horor. Ada makhluk lain di kampus ini. Ya fitrah kehidupan lah, manusia dan jin. Hidup di alam dunia. Berkelanjutan *eaa. Lumayanlah aku bisa ngelupain sejenak kerjaan kelompokku yang belum beres.

Ray bercerita bahwa situ dekat perpustakaan itu horor karena dulu ada perjaka yang banyak ilang (katanya ada kerajaan yg isinya perempuan semua gitu), ada staf yang gantung diri di kampus D, ada pembantaian jaman perang kemerdekaan di asrama belakang, ada penampakan bantal putih, ada kuburan massal yang jadi gedung mipa, ada penemuan tulang di gedung gizi kala pembangunan, hiiiyy.. T____T. Mendadak aku merinding, ngebayangin. Yeah, kampus kami memang seram-seram menakjubkan gimana gitu *eh

Disamping cerita horor, ada juga cerita tentang sejarah peresmian kampus kami oleh presiden pertama. Cerita tentang pohon-pinus-yang-salah-persepsi. Cerita bergesernya tiang pancang pertama kampus. Cerita tentang pabrik karet dan kebun karet sebagai kondisi eksisting kampus, ada saluran irigasi yang hilang, cerita sejarah gww dan bukit yang di-cut, tentang angkot yang masih bisa masuk kampus dan gerbang asli kampus yang ternyata dekat shelter sepeda gww, cerita konsep segitiga yang didesain oleh orang Jepang karena saat pembangunan Bogor digoyang gempa, dan cerita kalo kampus kami ini aslinya luaaas banget – berhektar-hektar. Ray dan teman-teman sejarahnya, Aini dan Refi, dengan setia mencari narasumber pelaku sejarah untuk menemukan fakta dan data bagaimanakah sejarah kampus ini. Nyari artefak juga lho mereka. Ini jurusan lanskap memang anak tiri segala ilmu (Syahadat,2013). Ilmu lanskap itu, bisa nyusup kemana-mana ternyata. Jurusan IPS terapan yang terselubung dalam IPB, hahaha. 

Salut sama mereka! Anak-anak kelas budaya itu tabah dan telaten, meski cuma bertiga orang. Kemana-mana udah kaya trio kwek-kwek. Tugas mereka seabrek lho padahal.

Lalu, cerita kami berlanjut mengenai sense of place. Lalu Ray bertanya apakah aku merasa kalo tiap tempat itu berbeda-beda nuansanya. Tapi aku sepertinya nggak sensitif,haha. Semua tempat sama aja. Tapi menurut Ray, dia merasa tiap tempat itu punya nuansa berbeda.
“Mas pram mau ke gizi (departemen gizi) ga? Hayuk liat yuk, gapapa bareng saya” ajak Ray. 
Saat itu kami tengah bercerita tentang seramnya penemuan tulang belulang saat pembangunan gedung gizi. Err..aku mendadak ragu. Awalnya aku menolak. Tapi penasaran. Akhirnya aku dan Ray berjalan menyusuri lorong menuju gedung gizi. Ray berkata bahwa mulai terasa nuansa yang berbeda ketika kami memasuki lorong gelap, gedung gmsk-LH yang gelap, dan koridor perbatasan dengan gedung teknik pertanian. Aku bilang aku tidak merasakan apa-apa. Enggak peka. Haha. Udah kaya persami aja ini jurit malam. Hm,,ide bagus. Bikin wisata malam kampus dengan Ray sebagai guide-nya.haha. Unforgettable pasti ini. Judul program wisatanya..: Wisata sejarah misteri kampus.hehehe..

Kami lalu berjalan pulang, melewati plaza pinus yang memorial itu. Memorial karena ada perbedaan persepsi jurusan agh dengan arl tentang jalur shortcut yang dianggap menyalaha site and plan *haha. bangku-bangku bentuk tombol yang salah lokasi dan nggak umum bagi orang kebanyakan (padahal dari segi desain punya filosofi sendiri), tentang Scindapsus aureus yang hilang dari node arl diganti jadi bambu-dalam-pot yang ternyata berulat dan berkutu, tentang pinus yang tak berarti apa-apa namun malah dianggap bersejarah, tentang taman gagal yang dibikin adik kelas arl, tentang hebohnya orang melihat cara sprinkle bekerja,, bwhahaha... 

 Malam itu berasa bwahahah bwhahaha, pengen ketawa terus

Wheh, jam sudah menunjukkan pukul 9, namun kampus kami masih agak ramai dengan mahasiswa yang asik ngerjain tugas,, yang ngedonlod pake wifi kampus lebih banyak :D. A green campus that never sleep,hehe. Mungkin kampusku ini harus lebih peduli lagi dengan aspek kesejarahan yang banyak hilang tanpa ada pendokumentasian yang rapi. Dan lewat cerita-cerita Ray, aku jadi banyak tahu tentang kesejarahan kampus ini..meskipun aku sendiri enggak ngambil kelas sejarah, haha.

Gimana, seru kan kampus kami ini? :D





Senin, 17 Juni 2013

dan, kami berkelana

Waktu itu, ketika aku sedang sakit, sebuah paket datang dari Aceh. Dan tak perlu untuk berpikir siapa yang mengirim paket. Yeah, that must be from him! My best friend from Aceh, Tou =) Sebuah kiriman kompilasi komik yang aku dulu buat semasa S-1. Hanya komik-komik dagelan tentang teman-teman sekelas kami, tetapi di tangannya, komik-komikku terasa bagai artefak sejarah kekonyolan masa lalu yang wajib dilestarikan. Aha..sungguh, bukan main senangnya menerima paket dari sobatku itu. Sebuah buku kecil berjudul 'Komik si pram', dengan desain sederhana dan sekapur sirih sang kurator yang tak lain sobatku sendiri.

Mendadak rasa sakit musnah tiba-tiba.

Bukan main girang rasanya buatku bisa menerima paket di kala dia sedang sibuk mempersiapkan studi di Australia. Di tengah permintaan teman-teman sekelas kami yang meminta agar buku tahunan kelas segera jadi. Aku dan Tou memang bagian dari tim buku tahunan kelas, bersama dengan beberapa teman yang lain. Sebagai ketua, Tou memang cakap membagi kerja untuk kami semua, apa saja yang harus dikerjakan. Dan itu sudah dirancang hampir dua tahun lalu. Dan kami kala itu sangat bersemangat.

Manusia memang beda-beda.

Anggota tim menjadi sibuk. Pemula mencari jalan rizki: bekerja. Dan mulai kehilangan semangat tampaknya, sama halnya sang ketua hehe. Sibuk mempersiapkan studinya ke luar. Tapi aku dan dia selalu menyelipkan percakapan mengenai buku tahunan kelas kami yang tak jadi-jadi. Bukan tak jadi. Aku percaya, dia pasti sudah mengonsepnya dengan apik. Tak perlu ragu kalo sobatku ini tangan dingin dengan kesenian dan kerajinan tangan.

Begitulah, semangat naik-turun. Manusiawi :)

Waktu berselang, dan Tou menepati janjinya untuk menyelesaikan buku kenangan kelas kami. Salut sungguh. Masih berupa pdf. Tampak nyata gaya khas dia membuat buku: fontasi, warna, foto, dan kata-kata. Meskipun banyak teman kami protes kekurangan disana-sini, buku pdf itu tampak perfect menurutku. Tidak mengurangi esensi. Apa mungkin karena kenangan kelas kami yang begitu banyak sehingga tak masuk di dalam buku? Haha,,entahlah. Layaknya hard disk laptop kita, tak pernah ada yang tahu pasti kenangan tersembunyi di dalam folder apa dan dalam format apa. Kenangan, tak mungkin semua-mua tertulis termaktub dalam buku kenangan yang kami buat. Tak cukup.

Tetapi, buku kenangan kelas kami adalah salah satu bagian penting untuk kami mengingat. Atau mungkin, kenangan-kenangan yang tersimpan dalam berbagai folder dan format dalam pikiran kami bisa terpanggil lagi malah?

Dan sang kurator pun pergi menunaikan tugas ke bumi kangguru. Jadi kepikir ingin ke sana, mengajaknya main APV ke Gurun Australia Besar, atau melihat Opera House di Sydney yang bentuknya mirip sirip hiu. Hm.. Senang bisa bertemu dalam dua kali kesempatan dengannya di Jakarta dan Bogor. Selepas lulus, sama-sama sibuk. Yeah hidup ini sibuk. Namun, tak ada yang berubah dengannya, begitu pun diriku. Masih sama bodreknya, gilanya, celotehnya. Tertawa lepas bebas tanpa batas. Bhuahahahaha.. Sampai kapan kami seperti ini ya tingkahnya. Bertemu kawan seperti menghalalkan kami bertindak di waktu lampau: gila.hehe. Begitukah?

Pernah suatu kali kami terlibat percakapan agak serius. Yeah, agak serius, tapi bagus. Intinya adalah:

"setiap ibu menyulam sayap tak-tampak di punggung-punggung kita. Dia menyulamnya lewat doa, harapan, dan cinta. Hingga saatnya tiba, sayap-sayap tak-tampak itu akan menguatkan kita untuk terbang. Dan sampai kapanpun, sayap-tak-tampak yang disulam ibu kita, selamanya, akan mengiringi hidup anak-anaknya"

Dan kami berkelana, dia kemana, aku kemana. Masing-masing kami punya sayap. Sayap yang membawa kami terbang menuju impian dan harapan kami.  Dan suatu saat, masing-masing kami, akan menemukan muaranya. Aamiin.



Jumat, 14 Juni 2013

cuma masuk angin saja, mas

Ini penyakit yang demen nempelin saya beberapa tahun ini.

Mungkin bagi yang lain ini tipe penyakit ndeso yang ga elit, tapi menurutku ini serius.  Mengganggu banget. Dikit kena penyejuk ruangan, masuk angin. Apa ga berbakat jadi orang elit ya, haha, kena ac aja langsung masuk angin. Pffyuh..Malu juga sama temen-temen. Kok bisa ya pada tahan di bawah naungan dan hembusan ac. Pada keren banget bisa survive. Aku sering ga survive. Merasa sebagai orang tropis, aku cuma butuh udara mengalir kalo lagi di ruangan, ga perlu ber-ac. Ga ekologis lho sebenernya.

Ceritanya bermula ketika minggu lalu aku ngerjain tugas di kelas (dan ber-ac). Badanku masih biasa aja. Ketika pulang ke kostan langsung badanku menggigil. Meriang. Semacam kaya flu tulang juga (ngebayangin: tulang-tulang pada bersin trus pilek -_-') dan lemes banget dari ujung kepala ke kaki. Mana lagi tanggal merah. No one stay at the dormitory. Berarti ga ada yang bisa dimintain tolong. Jadilah sepanjang hari tidur selimutan sambil nyeduh teh. Beli makan di warung pake jaket tebel (padahal cuaca lagi panas). Dan malemnya aku coba cek ke dokter terdekat.
"perutnya kram?" kata bu dokter. "enggak bu". "coba cek lidahnya," lanjut si ibu dokter. (aku langsung melet, weeee). "kalo makan mual? muntah?" aku menggeleng, "enggak bu." Bu dokter dengan santainya menjawab "oh ini meriang biasa, ini parasetamol sama vitaminnya ya." Aku langsung bertanya, "ini penyakit apa ya bu, bukan chikungunya kan?" Bu dokter menggeleng, "ah enggak mas, ini kayaknya kecapekan aja. Cuma masuk angin saja mas. Mas masih mau makan, enggak mual, berarti butuh istirahat aja."

Heh?? Udah gitu doang. Berasa gaya banget penyakit ndeso begini ke dokter. \(*__*)/ Tapi gapapa lah dapat vitamin. Dua hari kemudian sembuh. Alhamdulilah.

Begitu sembuh, tugas nyebelin menumpuk. Gapapalah kalo udah sehat mah jadi mudah :)

Rabu, 29 Mei 2013

Mama, my very best chef :)

Kenikmatan yang sederhana :9

Mari makaan... :9

Kegiatan yang satu ini memang menyenangkan sekali buatku. Makan. Hahaha.. mungkin seharusnya aku lampirkan di dalam Curriculum vitae ya "Hobi: Makan" wkwkw. Ada banyak jenis makanan yang enak. Dan enak itu adalah sesuatu yang relatif, enggak ada standar enak bagaimana. Itulah mengapa aku ga suka dengan acara yang chef-chefnya bilang "hm..masakanmu ga enak" lha, siapa dia?? Orang itu ada banyak, maka tipe lidah pun juga akan sangat beragam (pram, 2013). Ga percaya? Coba kamu tanya orang di sekitarmu. Rata-rata mereka pasti menyukai masakan ibu mereka masing-masing. Ketika disuguhkan makanan dari ibu-ibu yang lain, peluang untuk bilang (dalam hati ya) bahwa masakan itu enggak enak pasti ada. Buatku, masakan di luar selain masakan ibu juga enak, tapi enak dalam artian ya karena mau bagaimana lagi. Jauh dari rumah otomatis jauh dari masakan mama hehe. Enaknya masakan si mama karena mama masak pake cinta lah ya, haha.. Kalo tukang jualan warung nasi dll masak ya karena tuntutan profesi. Tapi rasa enaknya ya standar aja. Kalo ada acara masak-memasak di TV ya itu mah sekedar referensi aja. Mau tampilan oke kaya apa, dengan bahan-bahan super kaya apa, toh kalo nggak bisa nyicip langsung masakannya yah percuma (???)

Berapa banyak diantara kita saat pergi jauh dari rumah lalu pulang kembali ke rumah pengen banget masakan ibu? :))

(ada yang nyeletuk: "saya enggak tuh, masakan mama biasa aja"..berarti kamu data pencilan :P )

Alhamdulilah saya bukan tipe yang pengenan icip-icip jajanan di luar sana. Macam masakan fastfood atau yang aneh-aneh. Pas kepengenan aja. Kan kadang kita enggak tau yang masak makanan di luar itu jujur apa enggak ya,,apalagi bumbu dan penyedapnya gimana takarannya,,belum lagi tingkat kesegaran dan kualitas bla bla bla. Dan harganya itu lho..beli di luar pasti muahal.. (jangan sering-sering jajan di luar ya kalo ga mendesak :D ) Secara umum lebih suka masakan rumah mama. Mama masak jelas gimana caranya. Mama suka ganti penyedap sama garam, gula, bawang putih, sama gula jawa (banyak sih substitusinya). Enggak ada menu yang wah kalo dipikir. Indonesia saja menunya. Hm,,kalo mau di list, masakan mama yang sering dibikin itu.. *kemudian mikir apa saja yang sudah dilahap* :
1. ayam goreng (enggak dibedakin pake tepung)
2. lele goreng, kadang di-cabe-ijo-in. Ikan kembung, tuna, hemmm...
3. sambel (sambel bawang, sambel tomat)
4. nasi goreng sama nasi uduk buat sarapan :D
5. tempe tahu goreng
6. sayur kacang panjang+tempe
7. sambel teri (nah ini,,rrrrrr..laperr)
8. tumis pare pake teri. Pait-pait asin menggigit
9. sop-sopan, bening, jantung pisang, oyong,,
10. nuget tempe..
11. pecel

apalagi ya, banyak sih sampe lupa :D

*mamaaa...lapaaarrr*

Sederhana aja kan menunya, biasa banget. Tapi yang biasa itulah sebenarnya yang menurutku bikin istimewa.
Mungkin di Bogor ini banyak jajanan enak, tapi sebenernya masakan mama-lah yang paling sedap. Meski kami Jawa tapi kami suka masakan pedas (lha). Kalopun masakan jawa mama suka bikin gudeg (ini sayur manis sedunia) yang isinya telur rebus, nangka, sama cuilan daging. Saya hampir tidak pernah menyisakan makanan. Dalam agama kan memang tidak boleh, karena itu namanya mubazir. Jadi kalo kalian ambil makanan, ambilah yang terdekat, jangan banyak-banyak dulu saat awal, baca doa, pake tangan kanan. Tambahan, jangan kenyang-kenyang (nah ini, jujur saya kalo makan suka kalap :( ), dan jangan lupa cuci piring dan tengkurepin ke dalam lemari piring biar mama senang. Hei, no excuses for a boy to not helping mum washing the dishes, right?

Tugas seorang ibu memang mulia ya, bikin keluarganya bahagia dengan masakannya. Bener deh, memasak adalah salah satu cara bikin orang lain jadi bahagia :')




Rabu, 15 Mei 2013

Yap yap,,Ini dia...Cilacap!

Cilacap. Mungkin belum banyak orang yang akrab dengan nama kota ini. Mungkin juga banyak juga yang mengira Cilacap berada di wilayah Jawa Barat..hehe.. Cilacap adalah kabupaten terluas di Provinsi Jawa Tengah, berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat. Menurutku, mungkin dulunya ada pengaruh Sunda di wilayah ini sehingga namanya memiliki imbuhan "ci". Dalam bahasa Sunda, "ci" atau "cai" berarti air atau sungai. Anomali sepertinya di Jawa Tengah ada nama geografis memiliki imbuhan "ci" ya, hehe. Yasudahlah tak apa-apa, Indonesia itu luas, nak :P

Kalo Nusakambangan? Hm,,pasti orang-orang langsung pada tahu. Yeah, pulau yang ada penjara yang terkenal itu lho (hihi). Nusakambangan hanya selemparan batu dari Kota Cilacap ke arah selatan (selemparan batu, hm,,gaya bahasa apa itu -_-). Kalo cermat, Pangandaran yang jadi kabupaten baru itu bersebelahan lho dengan kabupaten ini. Asyik kan, bisa wisata terus-terusan: Pangandaran-Cilacap,hehe.

Kota Cilacap terletak di selatan Kabupaten Cilacap, menghadap Teluk Penyu dan Samudera Hindia yang terhampar luas. Cilacap merupakan daerah kilang minyak (kalo nggak salah seperti daerah pengolahan, sama halnya Plaju di Sumatera Selatan). Nggak heran, banyak kapal tanker, pipa-pipa besar, cerobong dan bangunan pengilangan tampak di dekat pantainya yang panjang. Alhamdulilah beberapa waktu lalu aku berkesempatan mengunjungi Cilacap. Meski lokasi pantainya bukan pasir putih, tapi kalo mau lihat lebih dekat kehidupan masyarakat Cilacap yang hidup dari melaut seru juga lho. Banyak dijual hasil tangkapan mereka di sepanjang pantai. Rumah makan bermenukan ikan dan teman-teman juga siap sedia di sini. Harganya terjangkau lah.,apalagi masih bisa nemu mendoan yang dijajakan di sepanjang pantai..Hmmm (kruyuuk..) Viewnya juga lumayan oke. Asal jangan view ke arah darat karena kurang rapi. Yang oke menurutku view ke arah Nusakambangan, sama ke arah laut lepas: banyak kapal tankernya :D

Wihiii..tuuh..Nusakambangan-nya keliatan kan.. :D


Tiba di pantai, hal yang membuatku penasaran adalah si Nusakambangan yang tersohor itu. Jadilah aku dan rombongan naik perahu ke sana. Biayanya.. 15 ribu PP (muraaah..:D ) Sekitar 20 menit, kami sampe di pulau. Pulaunya ternyata biasa aja, haha..kamu bisa liat ada benteng tua dan pantai berpasir putih. Pendek sih pantainya, tapi lumayan silir-silir anginnya bikin kamu bakal nguantuuk,,(seperti saya, wkwk).

Nusakambangan yang boleh dikunjungi hanya di sisi timur, yang disisi barat enggak boleh karena disitulah lokasi LP Nusakambangan berada...tiba-tiba,,kwaaak...kwaakk..auuu auuu *sarap*
Tips: pake topi, pake blok matahari, sendal, minum. Hooot... Oya diantara daratan Jawa dengan Nusakambangan ada selat kecil namanya Segara Anakan #cmiiw. Kata bapak-bapak tukang kapal, itu dibuat biar kapal tanker bisa lewat. Berarti...lumayan dalem tuh..

yihaaa.. lauuut...kapal.. ini foto kaya pernah liat di buku sejarah ttg Maluku bukan ya? *pelayaran hongi*

NARSIIIS.. sambil menghitamkan kulit :P *baru nyadar nama life jacketnya CAHAYA MINA...jadi inget CAHAYA MATA >_<*
Pemandangan kaya dibingkai.. Coba ada net buat tidur-tiduran,,trus ada angin lewat..sambil ngunyah ikan..syuu..syuu... zzz -_-''
Mau aplot foto banyak, nanti pembaca jadi ga penasaran lagi ama Cilacap..hihi.. (sebenernya ni mata udah siwer dan kuota melambat..) Yaudah sono datengin Cilacap..Visit Jawa Tengah. Negeri kita cuantik banget lho..Ayo direncanain jalan-jalannya.. :D

Sabtu, 27 April 2013

Pop-up #2

Aku baru saja tiba di rumah ketika seseorang mengetuk pintu rumah. Ternyata yang datang Mba Atut, teman kakakku. Dia menyampaikan sebuah undangan pernikahan untuk kakakku. Setelah mengucapkan salam dan pamit, aku tertarik melihat rupa undangan yang dia berikan. Jujur baru kali ini liat undangan pernikahan dengan desain yang menarik. Jauh dari pakem gaya undangan  yang melulu formal dan tulisan fontasi Lucida Handwriting,, ala-ala miring gitu, hehe.. Yang ini lumayan simpel, tapi bikin penasaran.

Berhubung tidak boleh membuka karena bukan urusanku, jadi aku letakkan saja dekat telepon.

Ketika kakakku pulang dan membuka undangan itu, dia langsung berkata, "ni pake desain pop-up ya prim, hehe" Eh, iya. Ternyata undangannya didesain dengan gaya pop-up. Jadi inget kerjaanku beberapa waktu yang lalu. Jika yang kemarin aku membuat pop-up dengan bentukan desain rumah, pop-up undangan ini hanya menggunakan bentukan sepasang pengantin. Gambarnya bagus! Out of the box, haha..

Layout undangannya sederhana. Tidak memakai tulisan ayat suci Al Quran, hanya artinya saja. Oh ya, biasanya surat yang umum digunakan adalah Surat Ar Rum, undangan ini memakai surat An Nur tentang perintah menikah orang-orang yang masih membujang (hemm,,siapa ya masih membujang, cung! *tepok jidat :P). Selain itu juga memakai Doa Nabi Muhammad Saw. pada pernikahan Fatimah Az Zahra dengan Ali bin Abi Thalib. Selanjutnya ada isi undangan (Akad nikah, walimatul ursy (resepsi pernikahan), dan turut mengundang), serta peta lokasi. Nah uniknya di lipatan undangan ada tanggal gede-gede: "040513" berasa inget iklan air minum pengembali ion, wkwk.. Warna yang digunakan juga tidak mencolok mata (clok, auuuuu... *suara orang kecolok). Jadi penasaran ini yang menggambar  undangannyasiapa ya,, asli bagus! :D

Yeah, makna undangan memang sederhana: menyampaikan perihal acara yang hendak dilangsungkan. Sudah. Memang tidak perlu berlebih-lebihan: kertasnya harus ini, tulisannya berukir warna emas, pakai amplop,, waah.. Coba pikirkan, alokasi biaya undangan lebih baik buat hal yang lebih penting. Selain itu trend saat ini undangan pernikahan juga bisa melalui buku-muka alias pesbuk :D Tetapi menurutku, undangan berwujud seperti ini memang terasa beda karena seperti ada suatu legitimasi bahwa kita spesial diundang (hihihi...). Melihat desain undangan dengan sedikit kreasi menurutku dapat membuat undangan kita lebih berbeda,, lebih apa ya,, hm,, lebih menarik aja sih. Yang pasti jangan punya niat pamer. Kalo niat pamer pasti hasilnya jadi jelek :3

Jadi kepikiran bikin pop-up undangan yang saat dibuka keluar bunga-bunga gitu, haha.. atau langsung keluar panggung resepsi beserta hidangannya :9

Be creative!