expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 15 Februari 2014

Asyiknya ngeliwet :9

Selain kuliner, ada hal menarik lain yang bisa kamu temui di Kota Bogor. Yeah, kota hujan ini merupakan kota yang terdiri atas berbagai suku dan etnis. Salah satu tiga kelompok etnis yang ada di dalam Kota Bogor adalah etnis Sunda, Tionghoa, dan Arab. Cobalah datang ke kawasan Jalan Suryakencana. Sepanjang kawasan ini merupakan konsentrasi masyarakat etnis Tionghoa Bogor. Ibarat Jakarta yang memiliki kawasan pecinan di Glodok, Bogor memiliki kawasan pecinan yaitu Suryakencana (sering juga disebut secara singkat menjadi surken).

Beruntung kali ini saya berkesempatan kembali menyaksikan acara Pesta Rakyat Bogor-Cap Go Meh 2014. Cap Go Meh adalah acara pascaperayaan Tahun Baru Imlek yang diadakan hari ke-15. Berbagai benda pusaka dari klenteng diarak sepanjang Jalan Suryakencana hingga Jalan Siliwangi. Yang menarik, Pesta Rakyat Bogor ini tidak hanya menampilkan kebudayaan yang terkait dengan etnis Tionghoa, tetapi juga kebudayaan dari etnis lain. Ada juga parade kuda, parade walikota Bogor yang baru terpilih, serta parade berbagai komunitas yang ada di Bogor. Penonton tumpah ruah di sepanjang jalur Suryakencana hingga Siliwangi.

Hiks,,jadi inget teman-teman pecinta budaya di kelas saya yang lagi pada pulang ke kampung halaman. Berkat mereka juga sih saya jadi lebih ngeh dengan yang namanya budaya. Bahwa budaya itu bermacam-macam, saya sudah tahu sejak dulu. Tetapi setelah diskusi banyak dengan teman-teman yang memiliki kecintaan tinggi terhadap kebudayaan, saya jadi merasa harus menghargai perbedaan di dalam hidup *ciaaah...sok bijak banget :D

Sebenarnya sih nonton Cap Go Meh ini nggak sengaja. Awalnya mau ngeliwet bareng di rumah Dwica yang kebetulan dekat dengan kawasan Siliwangi. Jadilah saya dan Jo dari siang sebelum Jumatan datang ke rumah Dwica. Dengan alasan ikan-asin-yang-dibawa-dari-Medan, akhirnya acara ngeliwet ini jadi juga (setelah sekian lama nggak jadi-jadi, hehehe). Teman saya Andi tadinya mau ikut. Berhubung setiap acara pesta rakyat Bogor digelar, jalur angkot pasti ditutup.Akhirnya Andi ga bisa datang deh (yaaah,,maap)

Wajah penuh lapar (saya doang kali ya, haha)

"Dijamin mak nyuss.." kata Cici.

Menu all-you-can-eat dengan elemen tanaman (daun selada, kemangi, tomat, ketimun) sebagai sumber serat. Salty-fish, tempe goreng, ayam goreng,, ngilerr

Speechless ngeliat cobek isi sambel ini.. :O
Saya nambah berapa kali ya..hemm,,dua,,tiga,, trus lauknya,,tomat,,, bhahaha... Pokoknya salah besar ngajak saya makan karena cuma ada dua rasa makanan: enak dan enaaaaaaak :9. Parahnya, kami semua mengantuk setelah makan bersama, haha. Setelah bobok dan ngashar, kami berlima turun menuju kawasan Siliwangi.


Ada Kabayan naik kuda, hahahaha...

  
Pakaiannya ala-ala dari Mongol sepertinya
Rombongan Onthel Community, kereeen
Jadi Inget Jember Fashion Festival,,  :)
oya, yang paling kiri namanya dek Okta, pacarnya si Jo *ciee Jo..

Ayo foto mumpung masi bisa :D


View Sungai Ciliwung di belakang kawasan Siliwangi. Foto ini diambil dari musala kecil di Jalan Sukamulya yang persis terletak di tepi Sungai Ciliwung.

Ada nagaaaa.... :D
 
Naga merah
Semakin malam, kawasan Surken-Siliwangi makin ramai dan gerah, haha,, banyak banget orang yang datang. Malah ada kembang api segala.  Wuih seruu... Banyak anak kecil yang memasukkan angpao ke dalam barongsai yang tengah berparade. Apalagi ditambah dengan iringan alat musik yang membuat malam makin meriah, acara pesta rakyat ini semakin menarik.

Sekitar pukul delapan, kami beranjak pulang. Cukup puas melihat berbagai atraksi dari acara ini kami langsung memutuskan pergi ke sop duren yang lokasinya tak begitu jauh.

Yeah, ini nih yang ditunggu :9
Masih belum puas dengan sop duren, lanjut dengan nasi goreng cumi, bhahaha. Pokoknya sepanjang kamu masih di Bogor, nggak perlu khawatir kelaparan karena banyak tempat makan yang enak dan enaaaaak.
Jadinya ini mah kami seharian 'ngeliwet'.. mana tiap jalan banyak jajanan asyik pula..haha.. Jangan kalap ya pemirsa.

Sepertinya kamu harus memasukkan Bogor sebagai tujuan wisatamu saat perayaan Cap Go Meh tiba :D































       


Selasa, 04 Februari 2014

Rumah Sumsum, Lawanggintung-Bogor

Kuliner memang identik dengan Kota Bogor. Destinasi favorit warga Jakarta dan sekitarnya ini memang selalu menghadirkan berbagai jenis makanan dan jajanan yang unik dan sedap. Salah satunya yaitu Rumah Sumsum yang terletak di Jalan Lawanggintung, Batutulis, Bogor Selatan.

Untuk menuju Rumah Sumsum ini mudah kok. Dari gerbang tol Bogor, ambil arah ke Sukasari. Sampai ketemu putaran Roti Unyil Venus/Plaza Ekalokasari (Elos), putar arah menuju Jalan Siliwangi lalu berbelok ke kiri ke Jalan Lawanggintung (fyi: ini jalan satu arah). Sebelum pertigaan ke arah Ciapus, di sisi kanan jalan ketemu deh banner Rumah Sumsum. Jam 10 pagi udah buka (kebetulan saya datang pas banget baru dibukain gerbangnya, hehe).

 
Jadi reporter untuk wisata kuliner kayaknya bahagia banget ya,, saya pengen deh, hehe

Interior Rumah Sumsum dengan poster-poster yang menampilkan beragam pilihan menu

Sumber protein hewani ini sebenarnya salah satu sumber pangan yang bermanfaat lho. Protein baik yang terkandung di dalam sumsum bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, perkembangan otak, sumber lemak, serta bagus untuk menjaga daya tahan tubuh. Musim hujan kaya gini, memang harus jaga kondisi tubuh. Cobain deh makan di rumah sumsum disini. Selain enak, bermanfaat juga buat kondisi tubuh :D Yang penting makan sumsum dengan porsi yang cukup ya.

Beberapa menu yang saya coba yaitu nasi bakar sumsum pedas, nasi goreng sumsum, sumsum nasi pepes, dan pangsit sumsum. Semuanya merupakan kreasi yang berbahan dasar sumsum. Yang original menu sumsum juga ada kok. Mau bakso sumsum atau bubur sumsum juga ada.  Hmm,, sebenernya saya pesan yang sumsum nasi pepes aja sih, tapi sambil nyicipin menu pesenan kakak dan adik saya. Sambil menyelam minum air, sambil makan sumsum icip-icip yang lain (hehehe).

Pangsit Sumsum dengan saus... Hm.. ada sumsum di dalam setiap pangsitnya,, nggak nahaan
Nasi Bakar Sumsum Pedas. Lezaat!
Sumsum Nasi Pepes. Serehnya terasa banget. Ati-ati ada ranjau rawitnya, huaah..sedep-sedep bikin nangis huhhahh
Nasi Goreng Sumsum. Ini recommended banget menurut saya, enaaak.. (foto diperagakan oleh model)
Banyak lagi pilihan menunya. Penasaran? Silakan datang ya hehehe..dijamin bingung mau mesen apa. Oya misalkan kalian mesen menunya dengan imbuhan  'pedas ya', hati-hatilah. Soalnya bakalan banyak ditabur ranjau cabe di dalam hidangan kalian (pengalaman pribadi ini..hehe). Untuk harga menu disni juga nggak mahal-mahal amat, sebanding dengan rasanya (ini promo bener, hehehe). Jangan lupa mampir ke sini kalo lagi ke Bogor, oke! Met makan semua,...nyamm


Kamis, 23 Januari 2014

Mengurus E-KTP yang hilang


Coba kamu cari ulang. Cek kembali isi dompet, kamar, lemari, kasur, dapur, juga tanya mereka yang terakhir berinteraksi denganmu dan cek isi dompet mereka *plakkk. Hahaha.. yah kalau nggak ketemu apa boleh buat. Namanya manusia, selalu ada salah dan lupa. Cerita ini dibuat 100% pengalaman pribadi (Alhamdulilah KTP aja yang hilang, untung nggak bersama kartu-kartu sakti yang lain, hehe). Tetep aja yang nulis ini merasa bete ketika hilang, soalnya bikin E-KTPnya jaman-jaman booming akhir 2011 lalu:ngantri lamaa banget. Nasi udah jadi lontong, lantas jangan manyun sambil kayang. Saatnya membuat KTP baru! Berikut tahapannya:

1. Mintalah surat keterangan kehilangan dari kantor kepolisian terdekat. Saya pergi ke polisi sektor atau Polsek (skala kecamatan). *Jangan ke pos satpam ya, hehehe. Petugas kepolisian akan menanyakan kronologis kehilangan, kapan dan dimana. Saya sendiri jujur juga lupa detik-detik raibnya E-KTP saya,, terakhir ingat kala pergi ke ATM dan lantas E-KTP pun tak ada (diduga kuat dia terjatuh dan tak bisa bangkit lagi). Ingatlah semampunya, jangan dipaksakan. Petugas akan mencetak surat keterangan kehilangan (nama resminya: surat tanda laporan kehilangan barang-barang/surat-surat). Langsung diperbanyak ya untuk jaga-jaga.

2. Temui Pak RT untuk meminta surat pengantar. Lampirkan fotokopi Kartu Keluarga (KK), surat keterangan kehilangan dari kepolisian, dan fotokopi KTP yang hilang itu (sebisa mungkin selalu perbanyak identitas diri ya #catat). "Pak, KTP saya hilang, saya mau buat permohonan penggantian KTP yang hilang." "Lho hilang dimana memang?" "Entahlah Pak, sepertinya blablabla..." Nah, di surat pengantar itu akan ada tempat untuk tanda tangan Pak RT dan Pak RW. Tanda tangan Pak RT beres, lalu...

3. Temui Pak RW. Jika diperlukan, jelaskan kembali kronologis kejadian. Pasang wajah yang meyakinkan sambil tersedu-sedan *eh

[[ Pada waktu jeda sebelum pergi ke kelurahan, kebetulan sebulan yang lalu saya mengurus kartu ATM. Syarat pengambilan kartu ATM adalah membawa KTP asli. Saya mencoba pergi ke bank dan menjelaskan bahwa saya sedang proses pembuatan KTP. Eh, ditolak ternyata*panik. Saya diharuskan menunggu KTP asli saya jadi untuk bisa mendapatkan kartu ATM. Iseng saya menunjukkan SIM saya kepada mbak-mbak customer service-nya ("Kalau pakai SIM bisa nggak mbak?" "Oh, SIM bisa"). Huffftt..ngobrol dong mbak, batin saya. Alhamdulilah bisa ternyata. #FYI selain KTP, identitas diri lain seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) serta Paspor memiliki kekuatan hukum yang sama :D ]]


4. Pergi ke kantor kelurahanmu (Bawa surat pengantar yang sudah ditandatangani Pak RT dan Pak RW, surat kehilangan kepolisian, KK, dan fotokopian KTP terakhirmu). Berhubung E-KTP adalah sistem yang masih baru, maka berlaku kebijakan bahwa E-KTP yang hilang akan diganti dengan KTP model biasa sebelum berlakunya E-KTP. Yang penting NIK (Nomor Induk Kependudukan) kita sama. KTP model biasa tetap berlaku kok, jangan khawatir :D
Oya di kantor kelurahan, kamu akan foto dan cap sidik jari ulang. Petugas akan menyuruhmu kembali dua hari kemudian (jangan lupa minta tanda terima). Jadi deh. Gapapa lah bukan E-KTP, yang penting udah punya KTP pengganti. Horee..











Bajaj


Bajaj (baca: ba-jai) merupakan salah satu jenis kendaraan umum di Ibukota. Kendaraan roda tiga asal India ini bisa kamu jumpai pada beberapa wilayah Jakarta. Aneh sih pelafalan kata "bajaj" ini. Jaj yang terakhir dibaca "jai". Jadi inget kripik merek Sanjay kesukaan saya (mungkin bisa diganti jadi keripik "Sanjaj"). Bajaj yang saya tahu banyak terdapat di seputaran Cikini, Jatinegara, dan Blok M. Hanya tahu itu saja, haha,, maklum cuma pernah naik bajaj ke daerah situ :D Terakhir saya menaiki bajaj bahan berbahan bakar gas ketika mengunjungi kawasan Cikini. Seru lho naik bajaj. Mesti pinter nawar tarif juga ya sebelum naik, biar nggak kaget pas bayar (Apalagi kalo ketemunya abang supir yang pasang tarif progresif :P )

Kini, kendaraan yang sempat dijadikan komedi "Bajaj Bajuri" ada yang berbahan bakar gas. Warna bajaj-nya biru.  Program pemerintah untuk revitalisasi bajaj yang menua (warna bajaj-nya jingga) dengan memakai bahan bakar gas. Menurut saya, lebih asyik bajaj yang warna jingga malah. Berisik. Kletekletekletek.. Haha,,, ribut. Seperti menggambarkan ributnya kehidupan Jakarta yang nyaris tanpa senyap.

 Teman saya meminta untuk menggambarkan bajaj. Aish, entah bagaimana gambarnya. Contoh saja lah bajaj dari mbah gugel, edit-edit di photoshop. Voila, this is it.



Kamis, 16 Januari 2014

Let us run!

Lari adalah olahraga paling sederhana. Hanya butuh modal sepatu, dan kemauan saja. Kebetulan beberapa bulan belakangan saya lagi senang dengan olahraga satu ini. Main bola nggak bisa, main kasti nggak punya tongkat, main badminton nggak ada raket, berenang belum mahir, kayang belum lincah, hahaha...(banyak alasan ya untuk malas, hahaha). Saya memang nggak jago olahraga. Tidur sih jago. Yaudah deh pilih lari saja untuk aktivitas fisik.

Ada teman saya yang 'menasehati' dan menyadarkan saya untuk olahraga. Alasannya sederhana aja, karena perut saya yang kian membuncit akibat aktivitas olahraga 'mulut' (baca: ngemil :D). Lagipula sehari-hari saya kerjaannya kebanyakan duduk, ngetik. Sebenarnya sih sejak tingkat satu saya rajin lari, tapi angin-anginan. Kalau lagi mood bagus, lari. Kalau lagi nggak, ya nggak lari. Sekarang juga masih sih, hehe. Semakin bertambah usia (tua), kepikiran ingin menekuni olahraga sederhana ini lagi.

Dari beberapa sumber yang saya baca, lari memang memiliki manfaat. Selain menyehatkan karena badan kita bergerak semua, lari bisa membantu tubuh rileks dan tidur dengan lelap. Kalau yang ini sih tanpa lari saya juga bisa. Dua-tiga detik kepala di bantal langsung zzz. Lari juga bisa mengurangi tekanan darah, mengurangi stres (hahaha.. stress..), dan bikin ceria (menurut saya,,bhehehe).

Selalu dikuntit sama gukguk kampus yang suka keliaran

Beruntungnya memiliki kampus yang masih banyak ruang terbuka hijaunya. Mata masih bisa dimanjakan melihat pemandangan yang luas tak terhalang. Pagi di kampus memang bagus untuk lari, terutama pukul lima pagi bakda waktu subuh: udara masih bersih dan suasana sepi. Saya memang tipe yang ogah lari saat matahari kelihatan, soalnya banyak orang dan biasanya udara mulai panas.
Buat yang mata minus sesekali bisa juga dicopot kacamatanya. Sambil lari lihat-lihat hijau pepohonan, kicau burung,, huiih,,, asikk.. Memang untuk awal-awal melakukan olahraga sederhana ini, kaki terasa pegel. Tetapi beberapa kali dilakukan juga akan terbiasa kok (terbiasa pegel..bhehe). Intinya niat aja sih kalau lari. Niatnya: ingin sehat, bugar, semangat, senang. Saya sendiri suka merasa capek banget setelah lari, tetapi capeknya senang. Percayalah, lari itu menyehatkan :D

Harapan saya semoga saya konsisten bisa lari pagi, meski nggak setiap hari.



Senin, 13 Januari 2014

Sudut TMII yang lain

Salam satu jiwa, eh, salam olah raga!

Jakarta diguyur hujan belakangan hari ini, tetapi nggak menyurutkan semangatku untuk olah raga pagi. Hahaha.. yeah,  kesempatan kali ini, lokasi olah raganya yaitu Taman Mini Indonesia Indah alias TMII. TMII terletak di timur Jakarta, tepatnya di kawasan Pinang Ranti, Makassar, Jakarta Timur. Lokasinya strategis, dekat dengan Terminal Bus Kampung Rambutan, Tol Jagorawi, serta ruas tol lingkar luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road --> JORR).

Sambil jalan cepat, diguyur hujan, dan melihat-lihat pemandangan rumah adat (*budaya), saya mencoba jeprat-jepret sudut TMII yang sebenarnya mungkin nggak begitu menarik. Fyi TMII asik lho kamu jadiin sebagai venue untuk lari pagi, jalan santai, sepedaan, atau gelar tiker untuk piknik. Kalau datang pagi, udara masih seger, tenang, hmm.. lumayanlah masih ada lokasi hijau di Jakarta.



Kemuning ini dapat digunakan sebagai border ataupun pemberi aroma di dalam taman kita. Udah ada lho sobat saya yang neliti si tanaman perdu ini hehe (lebih lengkap silakan klik di sini)

Ini signage-nya museum listrik dan energi baru, tapi disingkat jadinya 'mleb'. Ditambah huruf 'u' jadinya 'mlebu' (bhs Jawa: masuk). Hahahaha

Bisa jadi percontohan untuk penataan lanskap jalur monorail nanti nih. Btw Jakarta telat ya mewujudkan monorail. Ini di TMII dari dulu udah ada model monorail.

Bhahaha.. kemana-mana selalu ketemu 'budaya'

Ini gapuranya sedang direnovasi. Jadi inget sebentar lagi Tahun Baru Imlek ya :D

Sabtu, 04 Januari 2014

Un giorno spero di poter andare in Europa :)

Halo! Kita berjumpa kembali di tahun 2014. Apa kabar? :D

Mengawali tahun ini, saya mau share foto yang diberikan oleh teman saya Nisa yang sedang studi ke Jerman (asyiknyaaa.. Jerman euy,, jadi pengen beli mobil VW *lho). Kebetulan dia sedang touring keliling beberapa negara di benua biru itu (envyy.. :D). Salah satunya adalah Italia. Yup, negara asal spaghetti itu memang tersohor. Sebelum Nisa, teman saya Budut pernah pula mengunjungi Italia untuk acara paduan suara kampus dulu, tepatnya di Kota Rimini. Dan kebetulan saya juga dapat oleh-oleh kartu pos bergambar Collosseum.

Oya, si Nisa ini panggilan akrabnya Potter, berhubung wajahnya mirip si Harry Potter. Memang mirip, cerdas pula. Harry Potter versi wanita. Cuma bedanya Potter ini nggak bawa burung hantu ke kampus.hehe

Collosseum.. sungguh saya penasaran dengan bangunan bersejarah Romawi tersebut. Kebetulan dulu saat tugas mata kuliah pelestarian lanskap sejarah dan budaya (*budaya...jadi ingat seseorang yang cinta budaya, hahaha), saya dan teman saya Maria, ditugaskan membuat resensi mengenai Collosseum. Bangunan itu merupakan bangunan untuk atraksi jaman Romawi: para petarung dihadapkan pada hewan-hewan buas (biasanya singa) untuk bertarung hingga mati. Itu hiburan mereka lho,, hadeuh..dan katanya ternyata bangunan imperium Romawi itu didesain sedemikian rupa sehingga panggung bisa memasukkan air. Untuk zaman dulu mungkin udah keren banget ya.

Sayang sekali file-file lama saya tentang Collosseum itu hilang bersama HD yang rusak..hiks. Saya dan Maria semangat mengumpulkan bahan-bahan untuk laporan dan presentasi. Namanya jaman dulu, ngedonlod dapet gambarnya seadanya, haha. Tapi saya dapat cerita lengkapnya mengenai konstruksi Collosseum dll.

Dan saya dikejutkan oleh kiriman Potter: foto Collosseum + nama saya. Bhahaha.. senangnya bisa nampang meski hanya nama. Dibela-belain sama Potter cuma buat nulis nama saya+background Collosseum..hehehe.. Danke schon, Potter! Excited :D Sebelumnya teman saya Refi juga dihadiahi foto stadion-nya Milan + namanya. Haha..  Baik banget si Potter ini, mencoba mewujudkan mimpi untuk bisa menjejak Eropa.

InsyaAllah suatu saat jika ada kesempatan, ingin sekali ke Eropa.. Aamiin.

Saya dan Maria. Dulu sering dibilang kembar (mungkin karena sama-sama kurus). Dan kebetulan ini fotonya di Taman Perancis, Taman Bunga Nusantara (dan ga sengaja bajunya samaan pula). Dapet dah suasana eropa-eropa.

Whoaaa.. thanks Potter! Jelas banget itu interior Collosseum-nya. Seingetku dulu nyari gambar tentang ini ga ada yang bagus dan tajam. Lumayan ini foto jelas (jaman dulu bikin laporan ga jelas bgt gambarnya). Mantapp :D





Selasa, 31 Desember 2013

Kondangan Masa Kini

Juli 2010, kondangan kakak sepupu. Muka masih slim, bhahaha

Kondangan masa kini menurut saya ada satu hal menonjol yang sebenarnya nggak baik. Satu saja alasannya, karena tetamu tidak disediakan kursi untuk makan. Masih ingat ketika TK (buat yang nggak TK, maap ya, hahaha) guru-guru kita selalu mengingatkan untuk makan sambil duduk. Kalau makan tidak duduk itu seperti hewan. Nah lho... Gimana dong kalau datang ke pesta pernikahan teman atau kerabat tapi tidak disediakan kursi?

Yeah, terpaksa deh, makan sambil berdiri (apa ini yang disebut terpaksa yang menyenangkan?). Memang biasanya ketika kita datang ke pesta pernikahan (bahasa gaulnya: kondangan) tidak banyak bangku yang disediakan. Secara medis memang makan-minum sambil berdiri tidak baik. Lebih baik duduk, karena dengan duduk tubuh akan terasa rileks sehingga makanan tercerna dengan baik.

Mungkin itu alasan tiap saya kondangan ke tempat teman pulangnya terasa lapar. Kadang juga kalap, nyicipin makanan gubuk (somay, pempek, dkk). Hap, hap, hap.. -__-

Beberapa kali saya hadir kondangan ada juga kok yang masih berbaik hati untuk menyediakan kursi. Ketika kakak sepupu saya yang menikah di desa, kami disiapkan kursi-kursi untuk tamu. Dan makanan dibawakan oleh petugas upacara, eh, among tamu maksudnya. Padahal itu di desa lho, tapi lebih terasa nyaman karena tetamu bisa makan-minum dengan tenang di kursi. Dilayani pula. Hiburannya sih sederhana saja, tembang-tembang Jawa yang sudah pasti saya tidak tau liriknya hehe. Oya, porsi makanan yang disajikan juga sedikit tapi lezat (tapi buat saya kurang *dasar perut karet). Jadi ada semacam urutannya gitu, yaitu hidangan pembuka, main course, pencuci mulut. Seinget saya tiap sepuluh menit para among tamu datang untuk mengantar dan mengangkut piring-gelas kotor.

Saat kakak-kakak saya menikah dulu juga disediakan kursi. Tapi mungkin dasar pengunjungnya ya yang lapar mata kosong perut, semua stand makanan dikelilingin, hihihi. Mungkin memang pola perilaku masyarakat kota besar (tsssahh...) masa kini sudah bergeser seperti itu adanya. Alasan kepraktisan dan kecepatan membuat kondisi kondangan masa kini minim kursi dan tetamu dipersilahkan berdiri.

Sebenernya sih kalau mau agak repot dikit nyedian kursi, pengunjung bakal fine-fine aja kok. Mungkin kursinya yang kursi ala warteg ya: panjang-panjang gitu, haha.

Apa sebaiknya di dalam gedung disediakan tiker atau karpet untuk lesehan?Hahaha

Tutup 2013



Orang-orang pasti banyak yang membuat resolusi di setiap awal tahun. Resolusi? Itu loh, kalo kamu punya kamera pasti ada resolusinya, 5 megapiksel, 10 megapiksel,, wkwkwk. Resolusi itu adalah semacam target atau keluaran (output) yang ingin dicapai. Sama kaya bikin proposal, mau bikin apa sih dari proposal kegiatan yang kamu bikin? Sama kaya hidup. Kebanyakan patokan tahun digunakan untuk menjadi dasar pemenuhan suatu target. Misal, tahun depan mau lulus kuliah, tahun depannya lagi nikah, hehehe. 

Menurutku bukan tahun yang harusnya jadi patokan, tetapi hari. Siang dan malam. Cepat lho rasanya hari berganti. Jadi sebaiknya sih bikin resolusi jangan tiap akhir tahun tapi bikin tiap hari, hahaha. Biar ga lupa tempel di dinding kamar (tapi ya jangan dibaca aja, dikerjain dong *note to myself).

Saya sih malas bikin banyak resolusi. Tahun 2013 ini saya merasa cukup senang bisa meraih beberapa target, meski tidak semuanya berhasil dan ajeg. Contohnya, lari pagi. Baru ajeg ketika jelang-jelang akhir tahun. Tadinya sih resolusinya hanya ingin rajin olahraga (senam lantai, nyapu, ngepel, *lho). Alhamdulilah lumayan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Berkat ada partnernya, saya jadi semangat buat lari.
Apa saya butuh partner hidup kali ya biar makin dan makin semangat (hahaha..)

Tahun ini saya berhasil.. Jalan-jalan! Memang sebelumnya belum pernah jalan-jalan gitu? Haha,,ya udah sih, hanya saja tahun 2013 ini berasa seru karena hampir tiap bulan mengunjungi beberapa destinasi. Beberapa diantara kegiatan jalan-jalan saya dilakukan bersama-sama dengan teman-teman arlpasca, teman-teman Tengtong Family 43, sisanya dengan keluarga dan teman sekolah. Haha,,,entah mungkin berkah berada di arlpasca jadi bisa lebih terbuka banyak peluang. Meski beberapa merupakan bagian dari praktikum perkuliahan, saya bersyukur bisa menikmati beberapa petak bumi untuk dikunjungi dan dinikmati :D Yang paling menyenangkan tentunya ketika pengalaman ke negeri Sakura pada akhir Agustus lalu..modal paspor-visa-bahasa Inggris cekak..hihi.. akhirnya saya go international... *berasa Agmon :P

Selain Jepang, saya  juga sempat menikmati destinasi baru yang seru seperti ke Pulau Bali yang dari dulu pengen banget kesana (masa kalah sama bule-bule wkwk), ke Kota Bunga (ini sih bagian praktikum kuliah tanaman, wkwk), ke Riung Gunung-Telaga Warna-Gunung Walat (seru ini, sekalian praktikum dan jelajah kawasan Bocimi), ke Teluk Penyu Cilacap-Nusa Kambangan lalu lewat jalur Daendels yang berbatu, ke Telaga Sarangan yang dingin di kaki Lawu, mengunjungi makam mantan Presiden Bapak Suharto di Karanganyar, wisata ke Gunung Pancar Sentul, snorkeling dan belajar berenang di Kepulauan Seribu lalu terombang-ambing ombak (seruu :D), main ke Safari, serta ditutup dengan mengunjungi Malang karena berkah ikutan lomba sayembara desain. Selain wara-wiri ada juga acara kondangan bareng TengTong Family :D

Semuanya terasa kebetulan? Bisa jalan-jalan terus-terusan itu kebetulan? Ah tidak. I dont believe in coincidence because nothing happens without the reason. Kalau memang sudah waktunya pasti bisa jalan-jalan. Hehe..
Tahun ini saya sudah selangkah lebih maju,, udah berani wawik-in keponakan. Bahaha,,apakah ini disebut prestasi ya? Dulu awal-awal memang masih ogah. Namanya juga anak kecil, ga mungkin disuruh wawik sendiri. Sempet belajar nyetir mobil juga, tapi udah nggak lagi.haha..pokoknya mesti belajar lagi buat persiapan nanti setelah lulus diasingkan sama negara ke pedalaman, hehehe.

Tahun ini saya belum berhasil ngejar target kolokium, semacam seminar prapenelitian. Haha,,yasudahlah. Sebenenernya pengen banget desember ini udah dikerjain. Yep, semua akan indah pada waktunya. Biar terasa indah jalanilah proses dengan baik. Pada enam bulan awal tahun 2013 ini, saya juga masih diliputi rasa kesal karena kuliah. Bukan karena beban kuliahnya, tetapi beban mengatur orang di dalam kelompok. Namanya kerja kelompok ada aja anggota kelompok yang ga kontribusi dan yang malasnya minta ampun (haha). Yasudahlah, saya mau jadi orang yang susah kesal dan cepat memaafkan saja biar lega.

Akhirnya, tahun ini saya tutup dengan harapan semoga hal-hal yang baik bisa saya kembangkan dan hal-hal buruk bisa saya kurangi dan buang. 

Target 2014: ponakan bisa baca; nulis, cerita,nge-blog, hahaha :D