expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Jumat, 13 September 2013

Semester Baru

Semester baru, kesibukan baru.

Masih dalam nuansa Pare, aku dan teman-teman Pare berkumpul di rektorat untuk bertemu Mbak Nisa sekalian memberikan oleh-oleh. Ternyata, Mbak Nisa sedang menyambut teman-teman program Twincle di wing rektorat. Jadilah kami berlima ikutan nimbrung di acara mereka. 
Gubrak, ternyata program Twincle beda banget sama Pare. Di program Twincle mereka tampak lebih santai, sementara program Pare lebih full pada belajar dan field trip. Karena yang punya acara Pak Bambang jadi mahasiswa yang berpartisipasi dalam program Twincle adalah mahasiswa pascasarjana arsitektur lanskap dengan mahasiswa pascasarjana Universitas Chiba. Kalo di Pare (lengkapnya intensive summer school) ada tujuh universitas yang terlibat. Tiga dari Indonesia yaitu IPB, UGM, dan ITB. Dari Thailand ada Kasetsart Univ., Chulalongkorn Univ., dan Thammasat Univ. Serta dari penyelenggara yaitu Hokkaido Univ. (Hokudai) Sapporo. Yeah, whatever, intinya dua program ini telah mengantarkan kami ke negeri Sakura :D

Kami pun saling berkenalan. Serunya bersahabat dengan teman dari luar adalah bisa latih kemampuan berbahasa Inggris. Meskipun belepotan sejauh saling mengerti, that is conversation :D

Aku dan teman-teman program Pare diminta menyiapkan presentasi hasil perjalanan kami selama di Jepang bersamaan dengan teman-teman dari program Twincle. Jadilah Bread Unit IPB sebagai markas kami ngumpul, hahaha.
*ngunyah kitkat sakura*
Sementara itu, di departemen, kami harus menyerahkan forum rencana studi yang ditulis manual (hadeuh,,merepotkan banget ini) dan printout online-nya. Dan ternyata ada trouble juga terkait penanggung jawab mata kuliah. Whew.. dipending dulu deh. Aku sendiri bingung mau ambil kuliah apa di semester ini. Awalnya tergoda dengan metstat (metode statistika) karena pada ngambil itu. Pengalaman pait di masa S-1 bahwa nilaiku cetar membahana akibat mengambil metstat alias jelek. Lalu tergoda juga dengan kuliah dari bagian tanaman yaitu Pengelolaan Rumput Lanskap. Karena sudah berganti haluan, aku tinggalkan pula itu kuliah. Sempet juga tertarik ambil GIS tapi cukstaw dengan kuliah Pemodelan kemaren. Dan,, akhirnya setelah konsul dengan dosbingku terkait dengan rencana tesis, aku akhirnya mengambil kuliah ekologi manusia. Tiga sks kuliah saja. Hehehe. Ecoman mengambil kuliah ekoman. Seepp.

Kuliah Kolokium di awal semester ini juga cukup cetar. Masih bimbang dengan tesis sebenernya. Topik sudah ada. Mau nulis apa ya.. Mau mulai dari apa dulu ya, haha.. Dosen kolokium ini juga sudah mewanti-wanti kami untuk persiapan jadwal kolokium dll. Terpampang nyata penjelasan sang dosen mengenai prosesi kolokium, sidang komisi, dll. Aaargg.. Weks, udah males ngedengernya. Becanda kok. Mau nggak mau harus dijalani tahap ini. Mau lulus, ya lalui proses dulu lah Pram *getok*
 Tanpa ba-bi-bu aku langsung lancarkan jurus seribu kaki alias meluncur ke dosbing untuk urus surat keputusan pembimbingan. Kalo S-1 pembimbingnya harus dua. Kalo S-3 harus 3. Inget dulu jaman S-1, pembimbing satu aja rasanya udah kaya nunggu ibu negara dateng *gelar red-carpet*. Sekarang, pembimbingnya dua. What a life. Haha..semangaaat!

Sementara itu, di dunia yang lain yang lebih lawas, tersebutlah seorang lelaki bodrek bernama Jo yang tak lain dan tak bukan adalah temen seangkatanku namun kini setahun di atas saya di kelas pasca. Semasa S-1 kami sama-sama menyukai kelas tanaman. Dia ini sepertinya akan menjadi pioner dalam dunia perumputan di Indonesia. Tesisnya adalah seputar rumput zoysia alias rumput lapangan sepakbola.

Jo ini keren lho bisa nanem rumput dalam petakan-petakan kecil di kebun percobaan Pagentongan. Dan rumput yang dia tanam tergolong susah dan langka didapat dari nursery di wilayah Jabotabek. Akhirnya dia berhasil membuat puluhan petakan rumput dengan pelakukan berbeda. Agak ribet sih sebenernya, agronomi banget. Tapi dia uji tanah lho, tanah banget. Bener-bener multidisiplin (lanskap-agronomi-tanah). Mungkin dibahas juga kali ya aspek proteksi tanamannya, jadi tesis berkelas fakultas gitu, hehe. Meski saya suka taneman, puyeng juga itang-itung berbagai parameter untuk uji ini uji itu. Namun, menurutku sejauh ini Jo melakukannya sesuai prosedur dosbing. 
 
 Dua minggu di awal semester baru, aku dan beberapa teman rajin menyambangi lab tanaman. Sekedar bantu gunting akar, oven, dan nimbang. Yep, di sekolah pascasarjana arsitektur lanskap, hanya di sini tempatmu untuk bisa menikmati nuansa lab tanaman ala lanskap dan keribetan menghitung, hehe.

Sementara itu, angkatan 2013 yang baru pun hadir. Beberapa diantaranya adalah temen seangkatanku. Wah seruu.. aneh dan lucu juga ketemu lagi di tempat yang sama. 

Let's start this new semester! :D


-__- kenapa miring gini ya.Haha.sok diputer aja layar laptop/PC anda ya hahaha













1 komentar :

ray march syahadat mengatakan...

cie yg mw pertama kolki... slamat y... hahaha