expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 12 November 2015

Alun-alun Satu Jiwa Malang - Nostalgia Ikutan Sayembara

Lagi iseng ngenet nyari tentang alun-alun, eh, ketemu artikel ini. Hahaha.. Dua tahun lalu, saya, Mas Rizki, Ray, Refi, Ami, Tish, Aini, Joe, dan Yudha rame-rame nge-Malang bareng, ikutan sayembara desain penataan alun-alun Kota Malang. (Cerita lengkapnya udah saya tulis di sini ). Sebenarnya tim saya ada Hanni juga, tapi berhubung Hanni sedang keluar kota, jadinya nggak ikutan. 
Nih saya copy-paste langsung dari http://mediacenter.malangkota.go.id/2013/11/alun-alun-satu-jiwa-dipamerkan-di-balai-kota/. *saking senengnya saya copas aja semuanya, buat kenang-kenangan, hehe*

Klojen, MC – Bagaimana masa depan alun-alun Kota Malang pada masa yang akan datang mulai semakin terlihat tanda-tandanya. Dari lomba desain alun-alun dan patung singo yang digelar Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, ada 114 peserta yang mengikuti, Senin (25/11).


Pengunjung menyaksikan pameran di Balai Kota Malang, Senin (25/11)
Pengunjung menyaksikan pameran di Balai Kota Malang, Senin (25/11)

Dari 114 peserta yang mengirimkan karya, akhirnya diseleksi ketat oleh dewan juri sehingga terkumpul 31 peserta terbaik. Dari 31 peserta terpilih ini, karyanya dipamerkan di Balai Kota Malang, Senin (25/11).
Kepala DKP Kota Malang, Wasto, SH, MH mengungkapkan, 31 peserta yang karyanya ditampilkan di Balai Kota ini sudah melalui seleksi ketat. Seleksi sendiri dilangsungkan selama dua hari mulai tanggal 18-20 November.
“Dari karya yang lolos seleksi ini, akan diseleksi lagi menjadi 13 nominator, dan dari 13 nominator akan dipilih dua pemenang masing-masing kategori,” jelas Wasto, Senin (25/11).
Adapun peserta, disebutkan Wasto, dibagi dalam tiga kategori, yakni dari umum, mahasiswa dan pelajar, serta profesional. Para peserta akan mempresentasikan karyanya di depan dewan juri pada 1 Desember 2013.
“Pengumuman pemenang akan dilangsungkan 2 Desember 2013 ketika apel di Balai Kota Malang. Hadiah total sebanyak Rp 30 Juta,” tegas Wasto.
Peserta sayembara sangat beragam, ada yang dari luar Malang seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, selain dari Kota Malang sendiri. Dalam perlombaan ini, dilibatkan sebanyak sembilan dewan juri yang terdiri dari akademisi, sosiolog, dan budayawan dari perguruan tinggi di Kota Malang.
Salah seorang penonton pameran, Anggita mengaku, dari sejumlah karya yang dipamerkan, ia paling suka dengan karya yang berjudul alun-alun satu jiwa. Sebab, selain tidak banyak mengubah desain alun-alun lama, desain alun-alun satu jiwa bisa lebih banyak mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
“Desain alun-alun satu jiwa dilengkapi dengan jalur tunanetra, lapangan futsal, parkir bawah tanah, ini bagus. Tapi kalau hujan tidak nambah banjir enggak ya di Kota Malang,” ujar Anggita.
Meski setuju dengan perubahan desain alun-alun, Anggita mengaku kurang sreg dengan adanya patung singo di alun-alun. Pasalnya, di depan alun-alun ada tempat ibadah seperti masjid jamik dan gereja, kalau nanti singonya buang kotoran, tentu tidak pas ditempatkan di depan masjid dan gereja.
“Kalau boleh usul, patung singo ditempakan saja di Taman Singha Merjosari, sehingga selain alun-alun, Kota Malang punya ikon lagi yang bisa menjadi andalan. Tidak hanya di pusat Kota,” terang Anggita. (cah/dmb)


Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2013/11/alun-alun-satu-jiwa-dipamerkan-di-balai-kota/#ixzz3rFBYlflK


Saya senang saat membaca bagian "..ia paling suka dengan karya yang berjudul alun-alun satu jiwa." Cuma baca pas bagian itu saja saya luar biasa senang. Senang pernah menjejak kaki di Malang, pergi sama teman-teman saya yang keren-keren, senaaang.. Alhamdulilah :).

Kapan ya saya dolan ke Malang lagi :D

Tidak ada komentar :