expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 26 Agustus 2013

Wakkanai to Wassamu





 Kota Wakkanai adalah kota paling utara se-Jepang. Hanya 43 km dari perbatasan laut dengan Rusia, tepatnya dengan pulau terluarnya yaitu pulau Sakhalin (Laut Okhotsk). Wajar suhu harian Wakkanai cenderunt sejuk-dingin. Pada musim dingin, suhu bisa menembus 35 derajat celcius,, di bawah nol. Brrrrr. Kota ini mengingatkanku pada lagunya shakira,, itu loh, saminamina e e wakkawakka e e,, hahaha (*plakk).

Beruntung kami mengunjungi kota ini di waktu musim panas, jadi panasnya masih lumayan adem. Brrr..Perjalanan dilanjutkan ke kota pertanian yaitu Wassamu. Sepanjang jalan, memoto dan memoto. klik klik klik..



Jalan yang sepi
Di Wakkanai, banyak tempat ditulis dalam bahasa Rusia, salah satunya pada papan jalan

 Banyak bunga bermekaran. Wuih..begini ya negara empat musim,, senangnya bisa lihat bunga bermekaran di musim panas. Warnanya itu cerah cetar bersinar gitu, bhahha.. karena lupa namanya apa, yang penting difoto aja dulu ya









Setiba di Wassamu, tepatnya di kantor balai penelitian dan pengembangan pertanian (lupa nama jepangnya apa, yeah smacam itulah klo di Indonesia :D), kami disuguhi bento plus ocha tawar yang lama-lama mulai terasa biasa saja di lidah. Biasanya tiap ke hokben minum ocha karena terasa wow istimewa. Sampai di Jepang setiap makan di kantin minumnya selalu ocha. Untung bukan mir*ai ocha. Dijamin ngga ada yg minat. Orang sini sukanya yang tawar dan sour soalnya, hehe..

Setelah makan siang, kami berkeliling melihat kebun percobaan dan melihat dam buatan sebagai sumber air irigasi bagi lahan pertanian..
Hmm jadi inget kampus, hehe


Kali ini berhasil habis. Biasanya tiap nemu telor ikan atau sushi dkk males ku makan

Sedang diteliti, mohon jangan diganggu

Kol

Balitbang pertanian-nya Wassamu

Entah apa artinya, difoto saja soalnya bagus :D

Tomat-tomat bergelantungan. Oh iya pas kita kemari disuguhi jus tomat. Tapi tomatnya rasanya aneh seperti saos tomat diencerin.. yakkss..mending makan tomat seger dah

Labu raksasa

Sugoii..

Dam buatan untuk irigasi dan juga wisata. Eco detected nih :D

Bahan campuran untuk pupuk dari kulit kayu limbah industri. Eco juga ini nih :D

Kaya lagi di Klaten tempat mbah, haha..

Ini pohon...emm..lupa namanya.. birch apa gitu

Rasio petani dan lahan lumayan besar lho. Luas-luas. Sayang, penduduknya jarang. pada pindah ke kota. Karena pertanian memakan mesin, segalanya jadi praktis dan efisien, Tak butuh tenaga kerbau untuk bajak, tak butuh buruh untuk merawat. D


Berkelanjutan

Dari beberapa kunjungan yang dilakukan selama di sini, Jepang memang negara yang berusaha untuk memanfaatkan sumberdaya lokal yang ada untuk digunakan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan listrik. Mungkin sejak zaman sd dulu kita tau bahwa ada yang namanya renewable dan non renewable resource. Simpel saja sih, bikin windmil-nya, bikin panelnya, trus ditransmisikan jd sumberdaya listrik. Konsep smart city banget dah,, apa-apa bisa jadi sumberdaya :D Masalahnya untuk di Indonesia, pengembangan alternatif sumberdaya energi memang belum meluas dan menggema (haha..lebay). Perlu dikembangkan lagi terutama pada wilayah-wilayah yang memang memiliki potensi seperti daerah pantai yang banyak angin atau di wilayah nusa tenggara yang selalu berlimpah cahaya matahari..

Kincir angin sebagai instrumen untuk menghasilkan energi listrik dari angin. Jadi inget tinky winky dipsi lala dan poh

panel-panel surya pembangkit tenaga listrik

cool storage untuk menyimpan hasil pertanian
Pengelolaan air untuk menghasilkan air bersih. Gambarnya lucu-lucu jadi gampang masuknya haha

instalasi pengolahan air
Di wilayah utara Hokkaido, terdapat beberapa kota yang sudah menerapkan green city yaitu green waste management dan green resources. Kesadaran akan konsep keberlanjutan memang benar-benar diperhatikan dalam pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumberdaya alam yang ada.

Nasi tinggal dimasukin oven

Makan bersama untuk keberlanjutan, bersama pelajar ITB dan UGM :D
Namanya lidah Indonesia, masih nggak bisa nerima masakan Jepang yang rata-rata hambar sour gimana gitu,haha.. paling suka jus orange yang selalu diminum tiap sarapan yang rasanya hmm asem kecut mengejutkan. Demi keberlanjutan, para pelajar dr Indonesia berkumpul di kamarku untuk makan malam bersama. Pada bawa abon, saos, kecap, sambel terasi instan, mi, kering kentang/tempe, rendang. Hahaha...yeah, makan nggak makan yang penting berkelanjutan.
Untung Jepang masih negara yang sama-sama makan nasi, haha... hidup sustainable!