expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 03 Oktober 2012

Sendiri(an)

 Aku mengalami hal ini teramat sangat ketika sedang jauh dengan rumah. Ha3, yeah aku memang anak mami sih, secara beliau yang melahirkanku :P Sebenernya merasa sendiri (kalo di-translate jadi feeling alone *gaya) udah jadi bagian alami kehidupan sehari-hari orang memang. Sendirian itu pasti bayangannya kesepian. Ada saatnya ramai dengan keluarga/teman/rekan, namun pasti ada saatnya rasa sendiri itu datang. Mungkin dengan adanya teknologi bikin rasa sendiri itu 'terobati' dengan status-status yang ditampilkan di akun kita. Tapi buatku itu tidak banyak menolong. Kaya pamer-pamer ke orang aja 'hei,,gue lagi sendirian nii..' atau 'huh sepi, bete' dst. Enggak akan ada peri/malaikat yang ujug-ujug datang (mungkin teman sekalipun) terus berkata 'hei, sini aku temani semaumu' -_-*

Jauh dari rumah puluhan kilo mengenalkan aku dengan sendiri(an). Ya saat aku mulai ngekos di Bogor. Padahal Bogor hanya selangkah dari Jakarta. Pernah suatu kala aku cerita ke temen aku merasa kangen.
'Hey pram, rumah-mu itu deket. Enggak kaya rumah-ku nun jauh di bla bla.."
Sepertinya penduduk Jakarta kaya saya salah ya ngungkapin kalo saya kangen rumah. Jadi cuma orang yang jauh saja yang diperkenankan untuk merasa kangen rumah? hehe

Semakin dewasa, hidup memang harus mandiri. Segalanya sebisa mungkin dikerjakan sendiri. Ya iya lah mosok sepanjang hidup ngerepotin keluarga (orang tua) atau temen/sahabat terdekat. Semakin dewasa seharusnya semakin berpikir berpandangan masa depan. Karier. Pasangan hidup (eaaa). Membina keluarga. Eits, tapi sekarang ini aku belum sampe tahapan pasangan hidup lah ya, meniti karier dulu lah sambil belajar :D

Aku percaya yang rumahnya jauh ato dekat sebenarnya menyimpan rasa itu dalam. Enggak dipublikasikan. Apa mungkin jarak berbanding lurus dengan rasa sendiri(an) ya? Berusaha tegar dan tidak menampakkan. Dewasa hoi dewasa.. Tapi rasa enggak pernah berbohong. Tinggal cara mengelola rasa sepi sendiri saat datang. Punya teman/rekan memang keharusan, seenggaknya ada yang bisa jadi tempat berbagi. Enggak grabak-grubuk misuh-misuh sendiri, hehe.

Dan ketika masuk angin datang dan butuh kerokan, si sendiri(an) ini terasa sangat menyebalkan. Ah, aku jadi kangen mama di rumah.




2 komentar :

Anto mengatakan...

haha sini tak kerokin om, biar kempes :p

Priambudi Putra mengatakan...

he3,,no no. mending pulang ke rumah ketemu si mama langsung :D