expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 31 Desember 2013

Kondangan Masa Kini

Juli 2010, kondangan kakak sepupu. Muka masih slim, bhahaha

Kondangan masa kini menurut saya ada satu hal menonjol yang sebenarnya nggak baik. Satu saja alasannya, karena tetamu tidak disediakan kursi untuk makan. Masih ingat ketika TK (buat yang nggak TK, maap ya, hahaha) guru-guru kita selalu mengingatkan untuk makan sambil duduk. Kalau makan tidak duduk itu seperti hewan. Nah lho... Gimana dong kalau datang ke pesta pernikahan teman atau kerabat tapi tidak disediakan kursi?

Yeah, terpaksa deh, makan sambil berdiri (apa ini yang disebut terpaksa yang menyenangkan?). Memang biasanya ketika kita datang ke pesta pernikahan (bahasa gaulnya: kondangan) tidak banyak bangku yang disediakan. Secara medis memang makan-minum sambil berdiri tidak baik. Lebih baik duduk, karena dengan duduk tubuh akan terasa rileks sehingga makanan tercerna dengan baik.

Mungkin itu alasan tiap saya kondangan ke tempat teman pulangnya terasa lapar. Kadang juga kalap, nyicipin makanan gubuk (somay, pempek, dkk). Hap, hap, hap.. -__-

Beberapa kali saya hadir kondangan ada juga kok yang masih berbaik hati untuk menyediakan kursi. Ketika kakak sepupu saya yang menikah di desa, kami disiapkan kursi-kursi untuk tamu. Dan makanan dibawakan oleh petugas upacara, eh, among tamu maksudnya. Padahal itu di desa lho, tapi lebih terasa nyaman karena tetamu bisa makan-minum dengan tenang di kursi. Dilayani pula. Hiburannya sih sederhana saja, tembang-tembang Jawa yang sudah pasti saya tidak tau liriknya hehe. Oya, porsi makanan yang disajikan juga sedikit tapi lezat (tapi buat saya kurang *dasar perut karet). Jadi ada semacam urutannya gitu, yaitu hidangan pembuka, main course, pencuci mulut. Seinget saya tiap sepuluh menit para among tamu datang untuk mengantar dan mengangkut piring-gelas kotor.

Saat kakak-kakak saya menikah dulu juga disediakan kursi. Tapi mungkin dasar pengunjungnya ya yang lapar mata kosong perut, semua stand makanan dikelilingin, hihihi. Mungkin memang pola perilaku masyarakat kota besar (tsssahh...) masa kini sudah bergeser seperti itu adanya. Alasan kepraktisan dan kecepatan membuat kondisi kondangan masa kini minim kursi dan tetamu dipersilahkan berdiri.

Sebenernya sih kalau mau agak repot dikit nyedian kursi, pengunjung bakal fine-fine aja kok. Mungkin kursinya yang kursi ala warteg ya: panjang-panjang gitu, haha.

Apa sebaiknya di dalam gedung disediakan tiker atau karpet untuk lesehan?Hahaha

Tidak ada komentar :